You are
You are…quite complicated.
I try to understand you.
But you dont tell me what you want…
You know it for sure that I’m hoping on you…
You are…quite complicated.
I try to understand you.
But you dont tell me what you want…
You know it for sure that I’m hoping on you…
Hmmm…kebayang nggak sich, ketika lelah beraktifitas, entah itu kuliah, kursus, praktikum atau kerja, kita "menghadapi" kemacetan lalu lintas yang ampun-ampunan.Kalau ngeliat terminal depok, uuuuggghhh semrawuuut banget!
Apalagi kalau sore hari. Mobil-mobil beruntun mau keluar terminal dan itu maceeeet bangeeet. Hmmmpphhh, mudah2an orang2 yang bersangkutan segera membenahi semrawutnya terminal depok dan menertibkan pungli yang merugikan para supir angkot.
Namanya Amelita, umurnya dua tahun lebih. Bulan Agustus nanti, umurnya genap 3 tahun. Dia cepet akrab sama orang, suka sama perempuan yang rambutnya panjang dan sedang gencar2nya menyerap kalimat. Suka nyubit dan cium pipi aku. Hmmm…wangiii banget klo dicium sama dia. Dulu Amel takut sama aku krn dia tidak biasa ngliat aku pake jilbab, tapi sekarang dia ga takut lagi. Malahan kalau aku di rumah lg ga pake jilbab dia menanyakan, "Kerudung kamu mana?" terus dia minta mamanya ngambilin jilbabnya. Amel Amel…kamu sangat menggemaskan. Aku sayang kamu 
its a risk …. everything in live have risk
either its a good risk or bad one
thats why we called human
Quoted from Anonymous
-thanx it helps a lot-
Di atas sebuah penantian,
beribu doa terlahir dari hati yang paling dalam
Di dalam sebuah doa, terucap sebuah keinginan
Di balik sebuah keinginan, terdapat sebuah nama
Yaitu namanya yang mengisi benak ku
Tuhan, untuk siapakah aku ini…?
Untuk nya kah…?
Semoga…semoga…semoga
Amin
Tanggal 20 April 2006 kemarin, di kampus D Universitas Gunadarma berlangsung sebuah acara tahunan yang bernama KOMPRES (Kompetisi Kreatifitas Pembuatan Software). Alhamdulillah, acara berlangsung cukup meriah dan segala sesuatu yang saya khawatirkan sirna sudah.
Minggu itu adalah minggu ke-5 kesehatan saya terganggu. Setiap menjelang Subuh, nafas saya terasa sesak. Minggu itu pula, saya beberapa hari pulang cukup malam demi mempersiapkan KOMPRES yang pelaksanaannya hanya tinggal hitungan hari. Saya termasuk dalam sie Acara. Tugas saya merancang denah acara, menyiapkan profil juri dan peserta, membuat script MC sekaligus mempersiapkan MC untuk hari H. Jujur saja, saya bukan tipikal orang yang "senang" bekerja dadakan. Saya adalah orang yang penuh rencana dan ide. Makanya saya sempat panik ketika H-5 saya ditugasi menyiapkan piala dan styrofoam. Namun alhamdulillah, berkat dukungan dari Prita, Henri dan Hendra ‘02 saya bisa menyelesaikan semua pekerjaan saya tepat waktu. Saya juga berterima kasih kepada Frida (yang mau menggantikan saya sebagai MC), juga Sari&Lilis yang membantu saya dalam persiapan registrasi. Benar-benar tenaga saya habis dan sangat kelelahan. Ketika itu pula, datang tausiyah dari seorang sahabat, " Lakukanlah dengan ikhlas karena Allah." Subhanallah, sejuknya…dan perasaan saya begitu tenang mendengar kalimatnya.
Sungguh,sebuah acara tidak akan bisa berjalan dengan lancar bila anggotanya tidak solid. Untunglah, saya diberikan rekan kerja yang dapat diandalkan dan selalu saling mendukung. Saya sangat salut kepada Ibu Tita, karena malam menjelang hari H, ketika saya sedang mendekor ruangan dibantu beberpa teman, Ibu Tita datang dan membantu langsung. Jujur saja, saya sempat kecewa ketika rekan2 lain malam itu tidak hadir di tempat, namun ketika melihat Ibu ikut turun tangan membantu saya, saya merasa semangat kembali dan kekecewaan itu terobati.
Dan tepat pukul 09.00 acara dimulai dan sukses. Ketika acara berakhir, saya merasa sangat lega dan puas, karena apa yang saya kerjakan berakhir dengan kesuksesan. Alhamdulillah. Terima kasih, ya Rabb…semua ini karena MU.
Hari itu tepat setahun yang lalu, 21 April 2005. Saya mengirimkan sms kepada seorang teman, yang isinya mengucapkan selamat hari kartini. Tanpa saya duga, dia meberikan balasan yang kira2 isinya seperti ini: " Maaf, saya tidak mengerti apa yang kamu lihat dari seorang wanita yang pasrah saja ketika di pingit dan harus menikah dengan orang yang ia tidak kenal. "
Saya kaget luar biasa. Saya tidak menyangka ia bereaksi seperti ini. Saya tidak mengerti mengapa dia bicara seperti itu. Katakanlah memang benar Kartini dipingit dan dipaksa menikah, tapi bukan itu tujuan sms saya. Saya hanya ingin mengucapkan selamat "hari perempuan", di mana Kartini mencoba memberikan pemahaman bahwa tiap-tiap orang berhak mengenyam pendidikan.
Lewat tulisan ini, bukan saya ingin mengkritik siapa pun juga. Tapi saya hanya ingin menuangkan isi pikiran saya saja. Saya sadar, tiap-tiap orang memiliki cara pandang yang berbeda - termasuk teman saya yang berkata demikian.
Semoga saja, tiap-tiap dari kita mau meluangkan sedikit waktu untuk berfikir tentang kebaikan orang dan bukan hanya sisi negatif dari seseorang tersebut. Apa jadinya dunia ini bila orang hanya melihat sisi gelap dari orang lain.
21 April 2006
14:15
Bismillah…
Hari itu sibuk banget, sempet stress gara2 lumayan banyak kerjaan yang deadline. Lagi penat2nya, ada juga yang bisa diajak cerita
waktu aku bilang aku lumayan pusing bnyk kerjaan, dia bilang " Lakukan dengan ikhlas karena Allah. "
Subhanallah…seketika itu hatiku, penatku, suntukku hilang. Dan walaupun tadi pagi aku (sempet) dicemberutin, alhamdulillah aku ga pusing lagi dan tenang-tenang aja.
Makasih ya buat semuanya 
Hari itu aku pergi ke sebuah tempat, somewhere in the east Jakarta. Aku pergi sama Aa ku. Sampe di tempat itu, aku dan Aa mencari
tempat duduk untuk ngobrol. Setelah itu, kami berjalan masuk ke arah pertokoan untuk mencari keperluan untuk A. Dalam perjalanan,
kami melewati bbrp orang yang minta sedekah dan A mengeluarkan bbrp keping receh kemudian ia bagikan kpd setiap peminta
sedekah sepanjang jalan itu.Begitu juga pas pergi, A nyiapin uang receh di tas nya, sambil menyetir dia masih berusaha memberi
sedekah buat orang2 yang ia temui.
A sering ngingetin aku tentang beramal, bukan dengan cara "menceramahi" tapi dengan sikapnya, lewat tulisan dan celetukannya apakah bulan ini aku sudah beramal 2.5% dari penghasilanku dan lewat pertanyaannya yang sederhana, " De, ada sedekah nggak? "…
Itu lah Aa, simple but deep. Dan tau nggak, tadi pagi aku menghitung, berapa pendapatanku per bulan dan aku kaliin 2.5% dan aku kaget sendiri, ternyata nggak seberapa besar dengan apa yang aku dapatkan selama ini. Dan aku terfikir, mungkin bersedekah langsung dengan jumlah yang besar bisa diganti dengan caranya Aa
Makasih ya A, udah mebuka pikiran aku…
Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M