Hidup Ini Indah

June 29, 2006

Lunch siang ini:

Filed under: Renungan

"Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar".(Umar bin Khattab)

June 28, 2006

SEKEDAR NASIHAT UNTUK KAUM HAWA

Filed under: Renungan, Tips

SEKEDAR NASIHAT UNTUK KAUM HAWA

1. Untuk membentuk bibir yang menawan, Ucapkan kata-kata kebaikan.

2. Untuk mendapatkan mata yang indah, Carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai.

3. Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, Berbagilah makanan dengan mereka yang kelaparan.

4. Untuk mendapatkan rambut yang indah, Mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari.

5. Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, Berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, Dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian. Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain, Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni.

6. Jadi, jangan pernah kucilkan seseorang dari hati anda Apabila anda sudah melakukan semuanya itu, Ingatlah senantiasa, Jika suatu ketika anda membutuhkan pertolongan, Akan senantiasa ada tangan terulur.

7. Dan dengan bertambahnya usia anda, Anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, Satu untuk menolong diri anda sendiri, Dan satu lagi untuk menolong orang lain.

8. Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakannya, Bukan pada bentuk tubuhnya, atau cara dia menyisir rambutnya.

9. Kecantikan wanita terdapat pada matanya, cara dia memandang dunia. Karena di matanyalah terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, Di mana cinta dapat berkembang. 10. Kecantikan wanita, bukan pada kehalusan wajahnya, Tetapi kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, Yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta yang dia berikan Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.

June 23, 2006

BAGAI MATAMU MATA KAMI, PALESTINA

je ne te quite jamais, Palestine…
aku tak kan pernah meninggalkanmu, Palestina…
ja’isyu Muhammad saufa ya’ud…
tentara Muhammad akan segera datang

BAGAI MATAMU MATA KAMI, PALESTINA

seperti juga matamu yang berpuluh tahun menanam luka
demikianlah mata kami mengakrabi hari-hari resah
menyongsong barisan penghuni rumah sakit jiwa
yang dikirim yahudi
ke tabung-tabung televisi

waktu dentum bom meniduri
nyanyian batu para kekasihmu, Palestina
lagu seremoni membakar retina mata kami
menyulut lensa matamu yang api
:al-Aqsha singgah dalam riuh khotbah isra mi’raj kami

di sudut mata kami yang mana pun
lukamu tumbuh
sebagai matahari matamu, Palestina
di warna mata kami yang apa pun
batu para kekasihmu nyanyi
sebagai mata hati matamu, Palestina

bagai matamu
begitulah mata kami, Palestina

Utan Kayu, November 1999
Muhammad Yulius

Jika Tiap Orang Tersenyum

Filed under: Renungan

Hari ini aku pulang dari Cipinang menuju Depok, berlelah-lelah dari terminal Pulo Gadung menumpak patas AC 84. Ku lirik jam di ponselku, pukul 17.00 bus melaju dari terminal. Tak berapa lama, di sekitar Rawamangun, naik 2 orang membawa gitar. Supir kemudian mematikan tape dan lagu Sunda yang tengah diputar pun menghilang dari pendengaran para penumpang.

Salah seorang dari pengamen tersebut mengucapkan salam, dan tak lama, sebuah lagu terdengar. Suara dan permainan gitar mereka enak..aku salah seorang penumpang yang merasa terhibur dengan nyanyian mereka.

Ketika membawakan lagu, dua orang pengamen ini tampak saling melirik, melontarkan senyuman dan saling bercanda. Sungguh, untuk ku, ini adalah sebuah pemandangan yang jarang. Berapa banyak pengamen jalanan yang interaktif, saling bercanda hingga kami -para penumpang- tersenyum simpul melihatnya.

Aaah, ungkapan "tersenyumlah, maka dunia akan tersenyum bersamamu" tampaknya tidak lah berlebihan. Terbukti, sore itu, aku ikut tersenyum melihat polah tingkah laku mereka. Dan ketika mereka selesai "bekerja", masih segar dalam ingatanku, seyuman tulus mereka ketika mereka saling bercanda. Andai tiap orang tersenyum seperti mereka, tentulah hati terasa begitu damai melihatnya…

"Dan senyum yang tulus di wajah saudara mu adalah pahala bagimu…"

June 21, 2006

Milik Allah

Filed under: Renungan

Dan mililik Allah lah apa yang ada dilangit dan apa yg ada di bumi, dan hanya kepada 4JJI segala urusan dikembalikan ( Al- Imran:109)

June 20, 2006

Ketika Tugas Memanggilmu

Filed under: Cinta, Sedikit Berpuisi

Ya Rabbi, dia baru saja pulang ke rumah
dengan segala keletihan dan rasa kantuknya
mencoba melepaskan sejenak penat yang bergelut di pikirannya
baru saja merasakan segarnya air
dan nikmatnya berada di rumah
dengan segala kasih sayang yang berlimpah

Ketika kemudian tugas memanggilnya kembali
dan ia punya kewajiban yang harus dipenuhinya
kembali ia kenakan kemejanya
pamit kepadaku,
kepada ayah dan ibunya,
kepada kenyamanan yang baru saja hendak ia raih

dan di sini aku menangis
ketika dia katakan harus pergi…

Masih sempat ia berpesan kepadaku
untuk tidak melupakan mutabaahku hari ini
murojaah dan kewajiban lima waktu

Sulit untuk menerima bahwa satu jam lagi telah berlalu
dan setiap menit sangat berharga

Ketika tugas memanggilmu,
aku berdoa:
Ya Rabbi,
mudahkanlah urusannya dan berilah keselamatan baginya.

for he who works hard every day…life is a struggle,
and I believe that a struggle is worthed and every single moment with you is worthwhile… And that struggle, really reminds me of my father.

Inilah Islam

Filed under: Renungan, Bicara!

Islam adalah agama yang cinta damai…oleh karena itu, berda’wahlah dengan damai dan dengan cara-cara yang baik pula. Janganlah kita saling berperang dengan saudara sendiri, karena dengan cara itu, kita tidak akan mampu menarik simpati dan da’wah pun akan gagal.

Inilah Islam… dan inilah da’wah. Tidak akan pernah ada kata cukup dalam da’wah.

Wallahu ‘alam bisshawab.

June 16, 2006

Tersenyumlah

Jika matahari memerah, maka memerahlah engkau pada kedua pipimu,
memerahlah dengan alami, dengan senyuman…
Jika langit membiru, jangan kau biarkan hatimu membiru…
kecuali birumu yang ceria…
Tersenyumlah…tersenyumlah…

Rehat sejenak di Piala Dunia 2006 dengan Qiyamu Lail

Filed under: Renungan

Rehat sejenak di Piala Dunia 2006 dengan Qiyamu Lail
[ Menegakkan Malam dengan Shalat Tahjjud & Witir]

(dibawakan pada halaqoh tarbawiyah di depok II)

Piala dunia telah dimulai. Gaungnya terdengar di seantero dunia. Namun gegap gempita dan sorak sorainya janganlah sampai membuat kita terlena, sehingga kita melupakan yang utama di atas segalanya, yaitu Allahu Rabbi…

Tundukkan pandanganmu ke tempat sujudmu dan berqiyamu lail-lah.

Keutamaan Qiyamu Lail

Diantara metode agar seorang hamba dekat kepada Allah, berada dibawah naungan cinta kasih dan keridhoan-Nya, membuatnya naik ke derajat para shidiqin yang mulia adalah dengan membiasakan diri secara kontinu dengan amal-amal yang nafilah setiap ada kesempatan, baik siang maupun malam.

Rasulullah bersabda,

" Barangsiapa mendekat kepadaku satu jengkal, maka aku akan mendekat kepadanya satu siku, barangsiapa mendekat kepadaku satu siku, maka aku mendekat kepadanya satu depa dan barangsiapa
mendekat kepadaku berjalan maka aku mendekat kepadanya dengan berlaru-lari kecil…" (HR Bukhari Muslim).

Di antara nafilah itu adalah dengan melakukan qiyamu lail. Rasulullah bersabda, "Shalat yang paling afdhal setelah shalat fardhu adalah shalat lail". (HR Imam Turmudzi).

Orang sangat membutuhkan informasi, dan pada tengah malam itulah Allah membuka line bagi setiap muslim untuk bermunajat kepada-Nya karena pada waktu itu saat diijabahnya doa kita.

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya pada waktu malam terdapat satu saat, apabila seorang muslim memohon kebaikan kepada Allah swt baik berkaitan dengan urusan dunia maupun akhirat, niscaya Allah
mengabulkan permohonannya. Dan saat yang demikian itu ada pada setiap malam." (HR Muslim).

Manfaat Qiyamu Lail:

1. Sarana komunikasi antara Sang Khalik dengan makhluknya.
2. Diampuni dosanya.
   Rasulullah bersabda, " Kalian harus shalat lail, sebab itulah amalan para shalihin, itulah pendekatan
   diri pada Rabb kalian, penghapus kesusahan pemusnah dosa-dosa (HR Turmudzi).
3. Akan disegani/dihormati sesama.
   " Pada sebahagian malam hari shalat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu,
    mudah²an Rabb-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." (Al-Isro:79).
4. Masuk surga
   "Wahai manusia, sebarkan salam, beri makan orang miskin dan shalatlah di malam hari ketika
   orang-orang tengah terlelap tidur. dengan demikian, kalian akan masuk surga dalam keadaan
   sejahtera."      (HR Turmudzi).
5. Terhindar dari penyakit
   "Lazimkan qiyamu lail karena itu perbuatan yang biasa dilakukan orang-orang shaleh sebelum kamu
   karena dapat menghapus dosa, terhindar dari penyakit." (HR Ahmad).

Di antara hal-hal yang dapat mendorong kita untuk qiyamu lail dan mengerjakannya dengan konsisten
Insya Allah dengan hal-hal berikut:
1. Membaca ayat² dan hadist² tentang qiyamu lail dan mengetahui pahala di sisi Allah bagi orang² yang mengerjakannya, agar rindu kepada pahala tersebut tumbuh dan jiwa bergerak untuk meningkatkan amal.
2. Banyak-banyak mengerjakan kebaikan.
3. Tidak banyak makan dan minum karena itu membuat tidur dan gagal qiyamu lail.
4. Tidak terlalu melelahkan diri di siang hari, karena badan lelah mudah tertidur.
5. Jangan melekatkan diri dengan dunia dan perhiasannya.
6. Membiasakan diri tidur siang, karena tidur siang itu sunnah dan membantu orang qiyamu lail
7. melakukan ritual sebelum tidur, membaca doa sebelum tidur, ayat qursi dan surat An Nas, Al Falaq dan Al Ikhlas.

Selamat menonton piala dunia, jangan lupakan qiyamu lail…dan sesungguhnya orang-orang yang berqiyamu lail adalah orang yang berada dalam cahayaNya serta wajahnya akan bersinar-sinar.

June 13, 2006

Cinta, Jangan Pernah Pergi dari Hidupku

Cinta, ketika dunia meluluhlantahkan kepercayaan diriku,
ketika dunia serasa ingin menelanku bulat-bulat
ketika ombak di lautan menghempaskan diriku ke tepian pantai
ketika banyak kata-kata tak menyenangkan berdesing dan terlepas ke arahku
di sini engkau berdiri,
menopangku ketika ku goyah,
menyadarkan aku ketika ku terlena oleh silaunya dunia,
dan membuatku lebih tegar dari sebelumnya…

Cinta,
entah apa yang aku cari,
namun engkau selalu menemukannya
dan memberikan kedamaian

Cinta, bukakan aku pintu ke syurga
Aku ingin meraihnya melaluimu
Aku ingin meraihnya bersamamu

Cinta,
bila nanti kau telah datang dan masuk ke dalam hidupku
jangan pernah pergi dariku






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M