Jika Tiap Orang Tersenyum
Hari ini aku pulang dari Cipinang menuju Depok, berlelah-lelah dari terminal Pulo Gadung menumpak patas AC 84. Ku lirik jam di ponselku, pukul 17.00 bus melaju dari terminal. Tak berapa lama, di sekitar Rawamangun, naik 2 orang membawa gitar. Supir kemudian mematikan tape dan lagu Sunda yang tengah diputar pun menghilang dari pendengaran para penumpang.
Salah seorang dari pengamen tersebut mengucapkan salam, dan tak lama, sebuah lagu terdengar. Suara dan permainan gitar mereka enak..aku salah seorang penumpang yang merasa terhibur dengan nyanyian mereka.
Ketika membawakan lagu, dua orang pengamen ini tampak saling melirik, melontarkan senyuman dan saling bercanda. Sungguh, untuk ku, ini adalah sebuah pemandangan yang jarang. Berapa banyak pengamen jalanan yang interaktif, saling bercanda hingga kami -para penumpang- tersenyum simpul melihatnya.
Aaah, ungkapan "tersenyumlah, maka dunia akan tersenyum bersamamu" tampaknya tidak lah berlebihan. Terbukti, sore itu, aku ikut tersenyum melihat polah tingkah laku mereka. Dan ketika mereka selesai "bekerja", masih segar dalam ingatanku, seyuman tulus mereka ketika mereka saling bercanda. Andai tiap orang tersenyum seperti mereka, tentulah hati terasa begitu damai melihatnya…
"Dan senyum yang tulus di wajah saudara mu adalah pahala bagimu…"