Menyaksikan Nasib Pendidikan
Bismillah…
Baru saja saya menghidupkan televisi, tiba2 hati saya merintih melihat tayangan yang ada di layar monitor. Tayangan tersebut menampilkan gambar2 keadaan sekolah dasar di beberapa daerah. Gedung-gedung sekolah tersebut hancur dan tidak layak guna, atapnya bolong dan dindingnya hampir roboh. Bahkan karena "bobroknya" sarana, ada satu sekolah yang memiliki total murid hanya 36 orang saja. Duh, sakitnya melihat minimnya fasilitas pendidikan kita.
Saya bukan ingin mengomentari betapa menyedihkannya pendidikan di negeri ini (walaupun memang kenyataannya menyedihkan). Tapi…dengan keadaan yang seperti ini, bagaimana mungkin,kita menuntut anak2 lulus UAN apabila ada beberapa tempat yang bahkan tidak layak disebut "sekolah".
"Ya Rabbi, semoga Engkau membuka jalan kebaikan untuk kami semua.."
Pagi ini saya mandi dan sempat2nya melamun di kamar mandi. Niat saya pakai shampo, ketika shampo saya tuang ke tangan, saya bukan mengusapnya ke rambut, tapi ke badan saya
ketika itu saya tersadar dari lamunan saya dan tertawa sendiri…. Konsentrasi wirda! Konsen!