Si Mungil Sarah
Sarah, begitu aku memanggilnya. Dia adalah murid ku. Tiap pekan aku "berkunjung" ke rumahnya di bilangan Ciracas dan "bermain" dengannya. Hari itu, satu minggu setelah lebaran aku kembali beraktifitas bersamanya. Aku membawakannya cemilan( Sarah loves to eat
) dan kemudian kami pun mulai kegiatan kami.
Belum ada sepuluh menit(kira2) tiba-tiba Sarah bertanya dengan polosnya, " Miss, kita ngga akan berhenti les kan miss?" Kemudian aku menatapnya dan tersenyum, "Kalau Sarah udah ngga mau les, ya ngga apa2." Ia menjawab,"Bukan, Miss. Kita udah semester berapa? Nggak tutup lagi kan kaya waktu sarah les di sana(maksudnya dia pernah les dan tempat lesnya tutup). Tetep les terus kan? " Aku pun tertawa,"Sarah, suatu hari nanti Sarah pasti bisa canggih, lancar dan Sarah ngga butuh Miss lagi. "
Kemudian anak itu terdiam…
Ah, Sarah…sungguh aku tidak tahu harus menjawab apa. Mudah2an kalimat terakhirku tidak mengecewakanmu. Mudah2an kita selalu dekat, sayang..
for my beloved student, Sarah Tania L