Hidup Ini Indah

March 29, 2007

Kisah Kekasih Allah

Filed under: Renungan, Bicara!, Curhat, Islam

Simak ya, kisah di bawah ini

Istri Rasulullah ada yg hitam namaya Maria dari gipty dari mesir. Beliau salah satu hadiah dari gubernur mesir kepada Rasulullah. Ketika itu rosul mengirim surat buat gubernur mesir — surat dakwah mengajak sang gubernur ke dalam Islam. Gubernur itu terkesan dengan surat yg Rasulullah tulis walau dia sendiri tidak masuk islam, tapi sebagai tanda terima kasihnya dia kirimkan 3 hadiah buat Rasulullah.

3 hadiah itu adalah :
1. seorang tabib benama duldul
2. seorang hamba bernama maria al kiptyah
3. teko/ gelas dari emas (saya lupa) emas atau kaca

Kemudian Maria di nikahi oleh Rasulullah dan melahirkan anak bernama Ibrahim. Ibrahim meninggal ketika masih kecil ketika itu rosul sedih sekali — kesedihan yg kedua setelah istrinya Siti Khadijah dan pamannya meninggal.

Ada riwayat ketika nabi marah kepada istri2nya. Hampir sebulan nabi mendiamkan isrti2nya karena mereka minta dipenuhi kebutuhan rumah tangganya seperti wanita2 lain. Ketika marah nabi hanya banyak berdiam diri di kamar. Semua sahabat bingung ketika itu, sampai abu bakar dan umar memarahi anak2 nya (anak2 mereka adalah istri nabi). Mereka pun menangis karena nabi mendiamkan mereka.

Sampai Umar menangis melihat keadaan nabi. Ketika itu Umar minta ijin untuk masuk kamar nabi. Pertama tidak diijinkan, kedua akhirnya di ijinkan. Ketika umar melihat kamar nabi yg berada di masjid Nabawi, Umar melihat di dalam kamar tidak ada apa2 hanya tikar yg sudah usang dan teko untuk mengambil air wudhu, di badan nabi, Umar melihat ada bekas tikar. Umar menangis ketika itu. Tapi, nabi malah tersenyum.

Umar mengatakan sesuatu kepada nabi : "ya Rosul, raja2 di rom dan parsi, memiliki intan dan permata dan singgasana yg indah, tapi engkau… engkau adalah pilihan Allah, tidak ada satupun barang2 yg engkau miliki seperti yang mereka miliki."

Lalu nabi mengatakan : " wahai umar, apakah engkau tidak yakin dengan janji Allah? Apakah kamu tidak yakin Umar, bahwa dunia untuk mereka dan akhirat untuk kita"

Kurang lebihnya begitu, kisah Sang Kekasih Allah.

Hari ini, ketika aku dalam perjalanan ke kantor, aku berfikir sesuatu…Ya Allah, betapa beruntungnya kita, yang bisa menikmati indahnya memiliki tempat tinggal yang nyaman, tidur di kasur yang empuk.. Sementara kekasih Allah tidur beralaskan tikar… Bagaimana mungkin aku meminta sesuatu yang amat berlebihan, sedangkan sebenarnya Allah telah mencukupkan ni’matku… Semoga aku selalu pandai bersyukur. Dan di dalam kereta pun aku menangis… 

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://utari.blogsome.com/2007/03/29/kisah-kekasih-allah/trackback/

  1. cerita ini bagus sekali

    Comment by fatulloh — January 22, 2008 @ 1:12 pm

  2. Betapa susah kita melakukan syukur atas ni’mat yang Allah berikan kepada kita, kalau kita tidak sesering mungkin melihat kpd orang yang lebih tidak memiliki apa-apa daripada kita. Semoga Allah selalu memberi ma’unah-Nya agar kita pandai bersyukur. Sholat dluha juga bisa kita jadikan sebagai bukti prilaku syukur kita atas ni’mat kelengkapan dan berfungsinya jasmani kita.

    Comment by Ahmad Hambali — July 21, 2008 @ 7:58 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M