Hidup Ini Indah

April 20, 2007

Rezeki di Pagi Hari

Pagi ini dimulai dengan mati lampu lokal di rumah, tidak tahu kenapa, tapi hal ini sudah pernah terjadi dua kali. Anehnya, hanya satu titik lampu yang menyala, yang lainnya - mati. Semua kegiatan pagi saya jadi tersendat karena lampu mati, tapi akhirnya dengan selamat saya sukses juga berangkat tepat waktu.

Lalu saya naik angkot dan saya bertanya pada tukang angkot, "Bang, *langsung terminal kan?" Dengan ogah-ogahan supir angkot menjawab," Heemm.." Feeling saya langsung mengatakan "salah angkot nihhh.." Benar saja, si supir angkot ngomel-ngomel pada seorang bapak yang tidak mau naik angkotnya(laaah, si Bapak itu memang ga mau naik angkot kok dipaksa!).

Tak lama dua penumpang naik dan si supir angkot dengan enaknya masuk ke jalur tikus. Karuan saja saya kesal dan saya bilang, "Bang, kalau emang mau lewat sini bilang aja terus terang yang jujur. Ga usah bohong…" Si supir menjawab, " Penumpang suka egois. Ini hari masih pagi, Mbak. Saya butuh, penumpang juga butuh. Kita sama-sama lah."

Saya sangat kecewa dengan jawaban si supir. saya bilang," Bang, makanya tadi saya tanya sama Abang, langsung apa nggak. Kalau aja abang jujur dari tadi kan jadinya ngga begini." Si supir kembali menjawab, "Kalau bayarnya gede sih ngga apa-apa, saya bisa 3 menit juga sampai terminal. Masih pagi nih, saya juga baru keluar nih!" Si supir setengah berteriak. Sungguh saya kesal. Saya merasa dibohongi. Sudah belok ke jalan tikus, penumpang tidak juga bertambah.Dan ketika saya turun, si supir angkota berkata, " Lain kali jangan naik 02 lagi ya…"

Saya dengan suksenya telat sampai di stasiun kereta dan saya harus naik kereta siang.  Di kereta saya masih teringat peristiwa tadi. Tidak sekali dua kali penumpang "dikerjai" supir, sering saya naik metromini 604 dan diturunkan sebelum sampai di tujuan. Saya berfikir, apa ngga takut rezekinya seret apa? Tapi kemudian saya istighfar, menghilangkan rasa marah saya. Saya merenung, mungkin ini ujian kesabaran (dan saya kurang sukses), mungkin saya kurang beramal, mungkin saya pernah mendzalimi orang… Mungkin ini rezeki saya di pagi hari, dan saya harus lebih introspeksi diri dan memperbaiki diri.

*langsung : tidak muter-muter masuk perumahan/jalan tikus utk cari penumpang 

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://utari.blogsome.com/2007/04/20/rezeki-di-pagi-hari/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M