Hidup Ini Indah

May 31, 2007

Saat Emosi Menguasai Diri

Filed under: Renungan

Ya Rabb,
saat ini aku marah…
dan rasanya sangat tidak enak
maka dengan kekuatanMU,
hamba memohon,
redakanlah amarah hamba

Ya Rabb,
saat ini aku sedih dan kecewa
rasanya sangat membebani hati
maka dengan kuasaMU
angkatlah beban di hatiku ini

Ya Rabb,
aku sedang kehilangan semangat
dan sedikit kehilangan harapan
maka dengan kekuatan dan kuasaMU
kembalikanlah apa-apa yang perlu ke dalam semangatku
dan harapanku…

Muhasabah

Filed under: Renungan, Islam

Alhamdulillah ya robb…

 

Kau rizki s aa t sujud panjang pada hamba dimalam ini

Kau ingatkan akal hamba tentang dari mana hamba berasal.

Ya…, dari suatu zat cair yang Amat Menjijikan…amat menjijikan

Namun darinya terjadilah telinga yang teramat bising dengan tilawah Quran

Terjadilah mata yang amat lelah dengan tausiyah

Dan mulut yang tak kenal henti berghibah

Ahhh.. robb,

Seandainya saja malam ini

Engkau cabut kedua mata ini

Pastilah malam ini adalah malam terakhir hamba melihat tawa si adek

Atau senyum manis bidadari duniaku..

Padahal gedung tinggi untuk diriku pun tak mau

Jikalau harus dibeli dengan mencabut kedua mata ini

 

Jikalau malam ini nyawa hamba tak dikembalikan

Hamba hanya akan jadi bangkai.. ya… bangkai yang menjijikan..

Dari sesuatu yang menjijikan kembali menjadi yang menjijikkan. .

Ternyata dari dulu dunia begini begini saja..

Tak ada yang berubah dengan adanya hamba

 

Ya Robb terima kasih

Masih engkau izinkan air mata ini mengetuk malam-Mu

Masih engkau izinkan kening ini menyentuh sajadahku

 

Ahh… ternyata betapa nikmatnya ciuman bumi-Mu malam ini

Izinkan dan rindukan hamba mengulangnya esok…

 
 

Salam tahajjud


dikutip dari Rediyan setiawan

BIARKAN TUHAN MENILAIMU

Filed under: Renungan, Islam

* Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan
bersikap egois. Tetapi, bagaimanapun juga, terimalah
mereka apa adanya.

** Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin
akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di
balik perbuatan baik yang kau lakukan itu. Tetapi,
tetaplah berbuat baik selalu.

** Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan
mempunyai musuh dan juga teman-teman yang iri hati
atau cemburu. Tetapi, teruskanlah kesuksesanmu itu.

** Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain
mungkin akan menipumu. Tetapi, tetaplah bersikap jujur
dan terbuka setiap saat.

**Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya,
dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja. Tetapi,
janganlah berhenti dan tetaplah membangun.

* Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan
di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati
kepadamu. Tetapi, tetaplah berbahagia.

** Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok
akan dilupakan orang. Tetapi, teruslah berbuat baik.

** Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki, dan
itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi, tetap
berikanlah yang terbaik.

** Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau
dan Tuhan. Tidak akan
pernah ada antara engkau dan orang lain. Jangan
pedulikan apa yang orang lain
pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi,
percayalah bahwa mata Tuhan
tertuju pada orang-orang yang jujur, dan Dia dapat
melihat ketulusan hatimu.

May 30, 2007

Ayah

Filed under: Cinta, Renungan, Curhat

Saya ingat waktu SMU dulu, saya pernah iseng, main gitar sambil menyanyikan lagu ini. Saya menyanyikannya di depan asisten rumah tangga saya. Tiba-tiba saja, saya tersadar, bahwa mungkin lagu ini akan membuatnya sedih.

Sebuah lagu yang selalu membuat saya menangis… Dibawakan kembali dengan indah oleh Peterpan

Di mana, akan ku cari…
aku menangis seorang diri
hatiku slalu ingin bertemu
untukmu, aku bernyanyi…

Untuk ayah tercinta,
aku ingin bernyanyi
walau air mata, di pipiku…

Ayah, dengarkanlah
aku ingin berjumpa
walau hanya dalam…mimpi…

Lihatlah hari berganti
namun tiada seindah dulu
datanglah,
aku ingin bertemu denganmu
aku bernyanyi…

Untuk ayah tercinta,
aku ingin bernyanyi
walau air mata, di pipiku…

Ayah, dengarkanlah
aku ingin berjumpa
walau hanya dalam…mimpi…

Sesungguhnya kehidupan tak pernah sama, tanpamu… Thank you for loving me 

Save it for a rainy day

Filed under: Renungan, Tips

Dr tadi pagi aku mikir, kapan sih  gajian. Lagi ngga punya uang, jd nyesel beli rok baru ~ walaupun murah dan cantiiiik bgt motifnya(mana warna pink!) siapa jg yang ga kepengen beli tuh rok… (curhat)

Moral:
Jangan beli sesuatu yang nggak penting-penting banget. Save it for a rainy day. You’ll never know what happen next - am I right?

May 29, 2007

Tak Ada

Filed under: Sedikit Berpuisi

Ku bersembunyi di balik punggungmu
dari tatapan para pengabadi waktu
berupaya menghindari publik

aku merasa tak ada

A fail surprise

Filed under: Curhat

Today I planned to make a surprise party. I intend to write a message by FS, to make a surprise in his office this afternoon. But suddenly, I was surprised when he told me that he just had a surprise party this morning… emoticonemoticon

Selamat Ulang Tahun

Filed under: Aa

myspace codes

Walaupun aku belum pernah membuatkanmu kue ulang tahun - tapi suatu hari nanti aku akan
Walaupun aku tak bisa membuat pesta kejutan bagimu
Walaupun aku tak bisa berada di sampingmu
saat detik-detik hari berganti
Tapi aku akan selalu berdoa untukmu…
Untuk segala kebaikan untukmu…
Selamat Milad …

May 28, 2007

Jadikan Aku yang Terindah (5)

Filed under: sastranesia

Empat

 

 

Semenjak dia pulang, aku tak tahu lagi bagaimana kabarnya. Pernah aku menyuratinya – ke rumahnya. Tapi paling dia bisa membacanya ketika dia di rumah. Sementara menunggunya – aku jadi menunggunya – aku disibukkan dengan revisi skripsiku dan persiapan wisuda. Hari-hari menjadi lebih ringan, tak seberat yang lalu, ketika skipsiku masih kacau berantakan.

Detik-detik menjelang wisuda hampir datang. Tak terasa, babak kehidupan yang baru akan datang memelukku. Seandainya saja dia di sini…bersama papa. Tapi aku senang, Om dan tanteku dapat hadir di acara itu.

Wisuda ku berjalan lancar – walaupun berangkatnya kesiangan. Semua prosesi dapat diikuti dari awal hingga akhir. Uuuh kasihan perutku, tidak dapat snack. Ibuku sampai menyesal tidak membekali aku dengan kue. Alhasil, karena kelaparan, sepulagnya wisuda, aku, ibu, dan sepupuku mampir ke Plaza Senayan dengan berpakaian super formal. Aku dengan kain kebayaku jadi tontonan gratis sepanjang perjalanan menuju restoran. Hehehe…

Ku berharap-harap, ada sms masuk darinya, seperti waktu dulu aku lulus sidang. Ah, lagi apa ya dia sekarang…? Jangan-jangan rambutnya sudah hilang :D seperti di film-film kungfu. Hehehe… Seandainya saja ada liburan panjang lagi – long weekend – aku pengen ketemuan ah. Ehh…tapi sebentar lagi kan long weekend. Harap-harap cemas lagi dehhh..

Long weekend yang ku tunggu akhirnya sampai juga. Dia sms, mengabarkan bahwa surat dari ku sudah sampai. Mau ke kampus ngga? Kebetulan hari ini ada perlu. Begitu tulisnya. Ku balas, Iya. Ke kampus. Ya udah, aku temenin ya.

 

* * *

 

Begitulah, hari Sabtu itu kami sepakat untuk bertemu. Banyak banget yang ingin ku dengar darinya. Aku ingin tahu kegiatannya selama di sana. Lebih tepatnya, aku ingin tahu apakah ia masih “mengingat” aku.

Sabtu itu kupakai baju terbaikku. Aku datang sesegera mungkin, agar dia tidak sampai menungguku. Hari masih pagi, ketika ku jajaki kakiku di pelataran kampus.

Nafasku seperti berhenti ketika melihat bayangan dirinya. Itu dia datang. Sudah lama aku tidak melihatnya – walaupun paling berani hanya melihat punggungnya saja. :D

Ku tahan nafasku, ku hembuskan perlahan. Apakah itu dia? Harus ngomong apa aku nanti? Duhh, sakit peruttt :P

Dia masih seperti dulu. Tinggi, tegap, rapih. “ Assalamu’alaikum…” ucapnya. “ Wa’alaikum salam..” jawabku. Aku melirik sedikit kepadanya – hanya sedikit kok, benar. :-) Pandangannya jauh ke depan. Tak sedikitpun dia melirik kepadaku. Pembicaraan demi pembicaraan berlangsung tanpa sedikitpun dia menoleh. Aku gemas sekaligus salut.

“ Sebentar ya. Tunggu di sini aja. Aku mau ada perlu dulu sebentar, “ katanya. Aku mengangguk, lalu pura-pura :D sibuk membaca buku – padahal sih grogi. Tak lama dia kembali ke bangku tempat kami duduk.

 

-bersambung-

May 25, 2007

Jadikan Aku yang Terindah (4)

Filed under: sastranesia

Tiga

 Satu minggu berselang…

Ahh, libur panjang datang. Long weekend seperti ini, ku harap dia bisa pulang dan kami bisa bertemu. Tapi…apa mungkin? Dia jauh di sana. Kapan ya, dia pulang. Huuuhhh, belum satu bulan, tapi rasanya lama betul.

Iseng, ku coba ah menelponnya. Ah, jangan deh, sms aja? Aduhh bingung. Ya sudah, aku sms aja deh. Aku cuma mau mengabari sesuatu yang sangat penting. Ku sms ke Hpnya. Assalamu’alaikum. Aku baru hijrah ni…hari ini.

Tak ku sangka, tak berapa lama, masuk sebuah sms balasan darinya. Wa’alaikum salam wr wb. Oh,ya? Selamat:-) Jaga diri baik-baik ya. Ini kebetulan aja bisa bales, lagi ada di rumah. Long weekend, dapet jatah pulang.

Hah…kaget banget aku! Duhhh rasanya hati ini pengen ketemu, pengen telepon, pengen terus sms-an. Duuhh, telepon nggak ya..? Ya sudah, aku sms aja dulu, memberi tahu kalau aku ingin telepon ke rumahnya.

Percakapan via telepon pun terjadi. Sebenarnya, aku pengen sekali bertemu dengannya. Tapi mungkin dia belum mau bertemu. Aku sempat berfikir, apa ini semua gara-gara percakapan terakhir kami ya. Ya sudahlah, tak apa.

Yang jelas, aku senang dia pulang. Aku senang dia baik-baik saja. Sebenarnya, aku ingin bicara banyak, ingin cerita-cerita. Tapi dia sangat kaku sewaktu bicara di telepon.

“ Long weekend besok, kamu bisa pulang lagi? Kan libur panjang juga… “ kataku. Dia menjawab, “ Ya, nggak tahu. Kalau bisa pulang ya pulang. Kalau ga bisa pulang, ya, di sana aja. Lagi pula, kalau cuma sehari libur, capek banget pulang pergi. “

Hari itu, pembicaraan kami berlangsung singkat. Aku merasa tak enak padanya. Takut ia terganggu dengan teleponku, takut aku mengganggu pikirannya. Tapi aku lega bisa mendengar suaranya. Aku rasa itu saja sudah merupakan hadiah yang paling baik untuk ku. Aku merindukannya, segera setelah telepon itu ditutup.

 
-bersambung-






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M