Hidup Ini Indah

July 30, 2007

Komunikasi dalam Pengasuhan Anak

Filed under: Informasi

Menurut hasil penelitian, dalam berkomunikasi ternyata kita kurang memperhatikan masalah perasaan lawan bicara kita – apakah itu anak, pasangan hidup, teman sekerja atau siapa pun juga – terutama ketika mereka sedang ada masalah.

Penyebab utama dari kegagalan komunikasi antara orang tua dengan anak adalah karena kita sebagai orang tua ingin anak kita bertingkah laku sesuai dengan apa yang kita inginkan dan yang menurut kita, diinginkan masyarakat atau lingkungan kita. Tapi ternyata antara kita dan anak kita ada perbedaan kebutuhan.

Orang tua butuh anaknya : bersih, teratur, sopan, baik dan sebagainya. Sementara semua itu bukan kebutuhan anak.

Tanpa disadari juga orang tua menjadi orang yang suka melarang apa yang paling disukai anak. Umumnya yang terjadi adalah anak berkata (di dalam hatinya) : “Saya lakukan apa yang saya mau!” Dan orang tua (di dalam hati) berkata: “Kamu harus melakukan seperti apa yang saya bilang.”

 Sesungguhnya, kebutuhan dasar manusia itu adalah diterima perasaannya, sehingga dia merasa aman dan nyaman sehingga bisa melanjutkan pembicaraannya. Namun apa yang sering kali kita lakukan, adalah sebaliknya. Kita menggunakan gaya yang telah diwariskan secara turun temurun seperti meniadakan perasaan, membanding-bandingkan, memerintah, menyindir dan sebagainya. Seluruh gaya tersebut bukan saja membuat perasaan lawan bicara semakin tidak nyaman, tetapi juga merusak harga diri dan kepercayaan diri mereka.

Mudah2an kita bisa menjadi orang tua yang baik dan memiliki kepekaan terhadap anak-anak kita. Amin

Sumber: “Komunikasi dalam Pengasuhan Anak” oleh Yayasan Kita dan Buah Hati.

Kampanye Ala Jakarta

Kemarin siang saya pergi ke rumah nenek. Dalam perjalanan ke sana, saya menjumpai iring-iringan massa kampanye. Hampir sepanjang jalan saya melihat pamflet, spanduk dan stiker kampanye.

Tiba-tiba saya berfikir, bagaimana nasib atribut-atribut kampanye ini setelah Pilkada selesai? Siapakah nanti yang akan membersihkannya dan mengecat kembali tembok/dinding/pagar yang rusak karena stiker kampanye?

Partai berlomba-lomba mengerahkan kadernya untuk menempel dan memasang atribut kampanye, tapi sanggupkah nanti mengerahkannya kembali untuk membersihkan Jakarta? Kalau spanduk/baliho, mungkin proses membersihkannya tidak begitu repot. Tetapi kalau stiker, selain susah dicopotnya, ketika dicopot meninggalkan bekas.

Kemarin saya sempat melihat, ada stiker kampanye yang ditempel di tembok dan di dinding area publik. Mengapa tidak ditempel di papan khusus saja? Jadi ketika dicopot, stikernya tidak merusak cat. Kenapa tidak membersihkan Jakarta sebagai bagian dari kampanye? Bukankah itu lebih baik?

hanyasekedarusulsajakok :-)

July 25, 2007

Renungan - Bersyukur Setiap Waktu

Filed under: Persahabatan, Renungan

Tanggapan dari Bersyukur Setiap Waktu sengaja saya posting di sini, sebagai masukan untuk kita semua.

Assalamu’alaikum wrwb

Subhaanallah sebuah oretan yg sangat indah Mba Wirda.
Memang rasa syukur itu terkadang hadir pada saat yg tak terduga, kata Mba Wirda datangnya ketika saat bahagia ataupun duka, tanpa memberitahu tahu dahulu via SMS atau telp..,tahu2 datang saja dngn tiba2. Subhaanalllah itulah rencana dan cara Allah SWT yg menyapa hamba-Nya, sehingga dengan rasa syukur itu akan terimbas rona kasih sayang-Nya yg terkadang samar untuk dijabar-kan, kata A’a Gym, Allah itu menyapa Cinta-nya terkadang lewat kasih sayang makhluk-Nya kepada diri kita, seperti semakin banyak manusia yg mencintai kita…, indah nya alam semesta., semburat cahaya mentari di tengah juntaian embun pagi sehingga membuat kita tertegun itupun merupakan bagian dari Cinta-nya. Allahu Akbar.

Apakah rasa Syukur itu hadir saat duka..??, absolutely.. , sungguh alangkah indahnya apabila rasa duka itu diterima dengan bersabar.., berlapang dada.., menerima ketentuan-Nya yg merupakan bagian dari rinai Sunnatullah. .., hmmm mm ..memang terkadang aplikasi syukur dan sabar disaat duka itu tak semudah ketika tangan ini menuai kata, berandai dalam tutur setiap mulut berucap…" Yaaaa sabar saja..Mas… , Akang…Jeng. .Neng…. dik..De-el- el.", sunguh berat..memang. ., tapi itulah rahasia Allah SWT dalam berkomunikasi. .., sehingga 100 % manusia ketika ditimpa musibah maka dalam sudut relung hatinya kan berucap…Yaaa Allah…, sebuah bentuk kepasrahan akan Maha Zat yg Maha Besar.., Maha Penguasa…, dan Maha tempat satu-satunya untuk berharap.

Namun tak jarang pula ada manusia yg alpa ( mungkin juga saya, Astaghfirullah ) ketika derita onak duri itu sirna maka kembali lah ia untuk melupakan Tuhan-nya, tapi apakah Allah akan mengurangi jatah Cinta-Nya untuk kita…???, No Way..!…Cinta Allah  itu bukan seperti cinta manusia.." hangat-hangat kue Serabi.." , ketahuilah bhw Cinta Allah SWT itu terus menggayut sampai pada hari ketika Hari Penentuan Nasib Manusia itu ditentukan.. . UNTUK SELAMANYA !

Sekali lagi terimkasih, jazakallahu khairan katsira Mba Wirda atas oretannya yg penuh makna itu.

Bismillah..
Waidzaa massakumuddhurru fil bahri dhalla man tad’uuna illa iyyah…
falammaa tajjaakum ilalbarri ‘Aradhtum.
wakaanal insaanu kafuuraa…
Dan apabila kamu ditimpa bahaya dilautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia.

maka tatkala Dia menyelamatkan kamu kedaratan, kamu berpaling.

Dan manusia adalah selalu tidak berterimakasih

( Sebuah ayat sindiran dari-Nya untuk kita dalam surat Bani Isra’il ayat 67 ).

wassalamu’alaikum wrwb.

Budi Satya Pramudya.
———— ——— ——— —

Membaca tulisan bu Wirda, saya begitu bergetar. Dan teringat pula pd ilmu yg didapat di dalam beberapa pengajian yg saya ikuti. Bahwa tidaklah cukup rasa syukur itu hanya di dalam hati. Alangkah indahnya bila rasa syukur itu diwujudkan dlm berbagai bentuk amalan.

Dan insya Allah rasa syukur itu akan bertambah lagi kenikmatannya bila diwujudkan dlm suatu tindakan. Misalkan kalo kita merasa bahagia, berbagilah kebahagiaan itu kpd orang-orang yg berada dalam keadaan susah. Rasul mengajarkan kita utk rutin mendatangi rumah anak Yatim, kaum dhuafa, dsb. Insya Allah rasa bahagia kita itu akan bertambah dg melihat senyum mereka yg tersungging dari bibirnya.

Misalkan kita bersyukur terhadap rejeki atas pekerjaan kita saat ini, mungkin bisa kita wujudkan dg menyalurkan minimal 2,5% gajikita tiap bulannya kpd badan amil zakat nasional yg saat ini sdh banyak berdiri. Ibu bisa menyalurkan kpd Rumah Zakat, Dompet Dhuafa,PKPU, Hidayatullah, etc.Misalkan kita bersyukur dg tubuh kita yg sehat dan kuat saat ini.

Alangkah indahnya bila kita sumbangkan tenaga kita, pikiran kita utk membantu memberikan pengobatan gratis kpd orang tdk mampu. Apalagi kalo profesi kita dokter, wah kita harus memperhatikan orang yg tdk mampu berobat. Perhatikan sekeliling rumah kita, adakah tetangga yg sakit, ataukah adakah keluarga si bibi (pembantu kita) yg sakit dan membutuhkan bantuan pengobatan ?

Dg mewujudkan rasa syukur kita ke dalam bentuk-bentuk amalan yg saya contohkan diatas, insya Allah rasa syukur itu akan dilipatgandakan Allah dibanding hanya disyukuri di dalam hati. Dan Allah akan membukakan lagi pintu-pintu rejeki lainnya kpd kita sehingga bertambah lagi kesempatan kita utk beramal dan bersyukur.

Oh betapa indahnya orang yg beriman dan bersyukur atas kenikmatan yg diberikan oleh-Nya.

Wallahu’alam bishowab.

Yudi Lubis

 

July 24, 2007

Bersyukur Setiap Waktu

Filed under: Renungan, Curhat

Assalamu’alaikum….

Hari ini saya bahagia sekali. Satu percik kebahagian yang saya terima kemarin sore, ternyata berimbas pada hari ini.

Saya pun jadi berfikir, alangkah beruntungnya saya, telah diberikan rasa bahagia ini. Saya jadi bersykur, masih bisa merasakan bahagia. Merembet rasa syukur ini, atas anugerah yang kemarin-kemarin saya terima dariNYA. Bersyukur atas nikmat kasih sayang dari orang-orang yang juga kita sayangi, bersyukur atas pekerjaan yang saya miliki, bersyukur atas segalanya…

Pagi tadi, saya mengingatkan diri saya, untuk selalu bersyukur dalam keadaan apa pun. Ketika sedih, saya harus bersyukur. Dan ketika saya merasa bahagia seperti ini, saya harusnya lebih bersyukur lagi. Benar tidak?

Ya Allah,
jadikanlah aku orang yang pandai bersyukur
dan jangan jadikan aku orang yang lupa akan nikmat dan karuniaMU
amin..

 
Wassalam,

Wirdonesia Merdeka!

Menjemputmu

Filed under: Aa

Minggu, 22 Juli 2007
Aku menunggumu di bandara. Tanpa tau kau naik apa dan ada di terminal berapa. Berbekal waktu keberangkatanmu dari sana, ku cari satu per satu dari daftar arrival. Dua pesawat berstatus landed. Benar saja, kau ada di sana…menungguku…

July 23, 2007

Adikku, Tasmu Berat Sekali

Filed under: Renungan, Curhat

Jakarta, 23 Juli 2007

Hari ini aku nganter adik sepupuku yang baru saja naik kelas 3 SD. Aku lihat tasnya besar sekali(lebih besar dariku) dan beraaaat banget. Pas aku buka, wow, bukunya banyak banget. Aku jadi kasihan, tasnya berat dan besar, tidak sesuai dengan besar dan tinggi badannya. Belum lagi dia harus belajar pelajaran yang tidak sesuai dengan minatnya.

Ya Allah, dik…
Maafkan kami bila telah membebanimu dan merampas waktu bermainmu.

Selamat Hari Anak Nasional

July 19, 2007

Orang IT Bicara Cinta (1)

Siapa bilang cinta bukan inheritance. .
bukankah kau diturunkan dari objek ayah dan ibu??

Overload cinta membuat darah dari nadi yang tergores sembilu
Seperti halnya konstruktor
ia juga bersifat destruktor

Haiihhh…
siapasiapa yang mengantri dalam antrian haraplah bersabar
karena seperti halnya struktur data
Cinta adalah antrian berprioritas
yakni Tuhan, Ibumu, Ibumu, Ibumu kemudian Ayahmu…

Antarmuka cinta sebenarnya tergambar dari sorot mata
dari alis yang melengkung
dari bibir yang tersenyum
Dia tidak bisa didesain dengan visio atau apa pun juga
karena implementasi yang berbeda akan menghasilkan interface yang berbeda pula

Tidak ada assessment yang pasti

jika cinta sudah ada di hati
dan perempuan tersipusipu malumalu
katanya tidak tapi kalimatnya iya
mungkin dia mau tapi dalam keterbimbangan
seperti antrian dalam sebuah sistem
seperti sebuah alur dalam sebuah flowchart
yang sampai di simbol decision
dia bilang kejar,
tapi pelanpelan, bisikbisik

*technical writer describes love*

 

From: Stefanus Vlado

Multi Threading Cinta

Cinta itu abstract, tapi cinta bukan class abstract
Cinta tak dapat diturunkan
Cinta tak dapat diinstansiasi menjadi objek
Cinta itu terenkripsi dan terenkapsulasi

Method-method dalam cinta tidak bersifat public
Tapi tidak juga bermodifier protected ataupun private
Method-methodnya hanya dapat diakses oleh 2 objek
Dimana 2 objek itu adalah instansiasi dari class yang berbeda dan package yang berbeda

Contructor cinta memiliki banyak karakteristik dan parameter yang berbeda-beda
Wajar saja kalau overloading dari contructor tersebut sering membuat programmer bingung
Tidak ada istilah overriding dalam cinta
Karena seperti telah disebut diatas, cinta tak dapat diturunkan

User interface dari cinta memang sulit digambarkan
Cinta tidak seperti array yang statis
Tapi Kita tidak perlu membuat linked list untuk cinta yang dinamis
Karena cinta adalah array yang dinamis, sesuai dengan argumennya

Statement cinta tidak berjalan sequence
Tapi cinta sudah menggunakan konsep OOT
Multithreading dalam cinta itu pasti ada

Hati adalah database yang compatibel untuk cinta
Sintaks adalah implementasi dari statement cinta
Air mata adalah capture dari output cinta

Berhati-hatilah dalam membuat statement looping dalam cinta
Karena kesalahan ekspresi boolean dapat menyebabkan looping yang tak berujung
Dan jangan pernah mengimplementasikan branching dalam cinta
Jika kamu tidak ingin menghancurkan semua thread yang sedang running

*aahhh… OOP…. Mobile Agent…. Java… :P *

kereta

Di sana kau berlari 300km/jam
di sini ku  berlari 30km/jam

July 18, 2007

Sekoper Cinta…

Filed under: sastranesia, Aa

Sulur-sulur rindu merambati dinding, mencari tatapanmu… Langit kelam sudah, namun rindu tercampur dalam cokelat hangatku, seperti kafein mengalir dalam darahku, membangkitkan adrenalinku…

Kembali ku tengok layar-layar berpendar, yang katanya kemajuan teknologi. Ah, tipu! Kemajuan teknologi tak kan mungkin mengubah siang jadi malam, malam jadi siang, di bawah langit dunia. Kau sedang bersenda gurau, di sini waktuku gelap gulita.

Ya, sudah… Ku tekan satu per satu di bawah layar itu. Sampaikan kabar dari ku ke negeri nun jauh di sana. Mengalir melalui satelit, sejurus kemudian sampailah di sana, membawa rindu seperti remora di tubuh hiu.

Haha…kau mengajakku tertawa. Kafein yang paling ampuh tuk membuatku terjaga. Sulur-sulur rindu masih mencari tatapanmu, tawa yang tanpa suara. Aku ingin terbang ke sana walau hanya dalam mimpi…dengan harapan mungkin nanti terbangun ada kamu disampingku.

Tapi tentu tak bisa begitu. Kecuali ketika ku tertidur kau pulang ke sini. Tapi mama tentu tak kan buka pintu untukmu. Karena kita lagi belum ada serah dan terima, bukan? Paling dia suruh kau duduk di ruang tamunya dan bangunkan aku.

Sepertinya jauh deru baling-baling ku dengar. Waktu seperti siput dipaksa lari. Sepertinya kemarin-kemarin tak seperti ini. Waktu malah seperti pesawat tempur partroli angkasa. Sekarang malah seperti kereta ekonomi yang mogok-mogok. Kenapa juga bisa begitu? Rindu barangkali.

Katamu dingin di sana. Kemari lihat aku kirim sebuah pelukan untukmu. Seperti halnya kemarin kau tinggalkan sebuah pelukan tuk ku bawa-bawa selalu. Ni, kupakai sebagai penghangat. Ku dekap sebagai penawar rindu.

Nanti pulang kau bawa sekoper cinta untukku. Setumpuk rindu di baju kotormu, biar ku cuci hingga luntur.

Ini Pagi Aku Rindu

Ku susuri pedestrial
menengadah ke atas,
langit suram padahal tak hujan

Ini pagi aku merindu
Ku dekap kesayanganku di pelukan

Rindu tak sendiri
Di sana juga ada
Bak padang rumput di musim penghujan

Apa kabar engkau di sana…? 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M