Tanggapan dari Bersyukur Setiap Waktu sengaja saya posting di sini, sebagai masukan untuk kita semua.
Assalamu’alaikum wrwb
Subhaanallah sebuah oretan yg sangat indah Mba Wirda.
Memang rasa syukur itu terkadang hadir pada saat yg tak terduga, kata Mba Wirda datangnya ketika saat bahagia ataupun duka, tanpa memberitahu tahu dahulu via SMS atau telp..,tahu2 datang saja dngn tiba2. Subhaanalllah itulah rencana dan cara Allah SWT yg menyapa hamba-Nya, sehingga dengan rasa syukur itu akan terimbas rona kasih sayang-Nya yg terkadang samar untuk dijabar-kan, kata A’a Gym, Allah itu menyapa Cinta-nya terkadang lewat kasih sayang makhluk-Nya kepada diri kita, seperti semakin banyak manusia yg mencintai kita…, indah nya alam semesta., semburat cahaya mentari di tengah juntaian embun pagi sehingga membuat kita tertegun itupun merupakan bagian dari Cinta-nya. Allahu Akbar.
Apakah rasa Syukur itu hadir saat duka..??, absolutely.. , sungguh alangkah indahnya apabila rasa duka itu diterima dengan bersabar.., berlapang dada.., menerima ketentuan-Nya yg merupakan bagian dari rinai Sunnatullah. .., hmmm mm ..memang terkadang aplikasi syukur dan sabar disaat duka itu tak semudah ketika tangan ini menuai kata, berandai dalam tutur setiap mulut berucap…" Yaaaa sabar saja..Mas… , Akang…Jeng. .Neng…. dik..De-el- el.", sunguh berat..memang. ., tapi itulah rahasia Allah SWT dalam berkomunikasi. .., sehingga 100 % manusia ketika ditimpa musibah maka dalam sudut relung hatinya kan berucap…Yaaa Allah…, sebuah bentuk kepasrahan akan Maha Zat yg Maha Besar.., Maha Penguasa…, dan Maha tempat satu-satunya untuk berharap.
Namun tak jarang pula ada manusia yg alpa ( mungkin juga saya, Astaghfirullah ) ketika derita onak duri itu sirna maka kembali lah ia untuk melupakan Tuhan-nya, tapi apakah Allah akan mengurangi jatah Cinta-Nya untuk kita…???, No Way..!…Cinta Allah itu bukan seperti cinta manusia.." hangat-hangat kue Serabi.." , ketahuilah bhw Cinta Allah SWT itu terus menggayut sampai pada hari ketika Hari Penentuan Nasib Manusia itu ditentukan.. . UNTUK SELAMANYA !
Sekali lagi terimkasih, jazakallahu khairan katsira Mba Wirda atas oretannya yg penuh makna itu.
Bismillah..
Waidzaa massakumuddhurru fil bahri dhalla man tad’uuna illa iyyah…
falammaa tajjaakum ilalbarri ‘Aradhtum.
wakaanal insaanu kafuuraa…
Dan apabila kamu ditimpa bahaya dilautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia.
maka tatkala Dia menyelamatkan kamu kedaratan, kamu berpaling.
Dan manusia adalah selalu tidak berterimakasih
( Sebuah ayat sindiran dari-Nya untuk kita dalam surat Bani Isra’il ayat 67 ).
wassalamu’alaikum wrwb.
Budi Satya Pramudya.
———— ——— ——— —
Membaca tulisan bu Wirda, saya begitu bergetar. Dan teringat pula pd ilmu yg didapat di dalam beberapa pengajian yg saya ikuti. Bahwa tidaklah cukup rasa syukur itu hanya di dalam hati. Alangkah indahnya bila rasa syukur itu diwujudkan dlm berbagai bentuk amalan.
Dan insya Allah rasa syukur itu akan bertambah lagi kenikmatannya bila diwujudkan dlm suatu tindakan. Misalkan kalo kita merasa bahagia, berbagilah kebahagiaan itu kpd orang-orang yg berada dalam keadaan susah. Rasul mengajarkan kita utk rutin mendatangi rumah anak Yatim, kaum dhuafa, dsb. Insya Allah rasa bahagia kita itu akan bertambah dg melihat senyum mereka yg tersungging dari bibirnya.
Misalkan kita bersyukur terhadap rejeki atas pekerjaan kita saat ini, mungkin bisa kita wujudkan dg menyalurkan minimal 2,5% gajikita tiap bulannya kpd badan amil zakat nasional yg saat ini sdh banyak berdiri. Ibu bisa menyalurkan kpd Rumah Zakat, Dompet Dhuafa,PKPU, Hidayatullah, etc.Misalkan kita bersyukur dg tubuh kita yg sehat dan kuat saat ini.
Alangkah indahnya bila kita sumbangkan tenaga kita, pikiran kita utk membantu memberikan pengobatan gratis kpd orang tdk mampu. Apalagi kalo profesi kita dokter, wah kita harus memperhatikan orang yg tdk mampu berobat. Perhatikan sekeliling rumah kita, adakah tetangga yg sakit, ataukah adakah keluarga si bibi (pembantu kita) yg sakit dan membutuhkan bantuan pengobatan ?
Dg mewujudkan rasa syukur kita ke dalam bentuk-bentuk amalan yg saya contohkan diatas, insya Allah rasa syukur itu akan dilipatgandakan Allah dibanding hanya disyukuri di dalam hati. Dan Allah akan membukakan lagi pintu-pintu rejeki lainnya kpd kita sehingga bertambah lagi kesempatan kita utk beramal dan bersyukur.
Oh betapa indahnya orang yg beriman dan bersyukur atas kenikmatan yg diberikan oleh-Nya.
Wallahu’alam bishowab.
Yudi Lubis