Hidup Ini Indah

September 28, 2007

Kucing-kucing

Kucing-kucing dibenci
Kucing-kucing dicintai
Kucing-kucing ditakuti
Kucing-kucing dihormati

Kemenangan Milik para Kucing

Kucing-kucing matanya tambah sipit,
kiri dan kanan mereka intip,
di jalan yang kelam dan sempit
mencari siapa yang mengutip

Dada mereka bak terhimpit,
ketika tikus-tikus pandai berkelit

Kucing-kucing tak putus asa akan hal-hal yang sulit
dan kemenangan terasa di sekujur kulit,
ketika mengalahkan tikus-tikus berperut buncit

September 24, 2007

[…]

Filed under: Curhat

kalo "maksiat" masih smbunyi2 tuh urusan orang itu ama robb…
tapi kalo udah di announce..

Merenungi kalimat di atas…bukan tidak tahu. ah, aku tak bisa mendefinisikannya. Makasih ya :)

 

September 21, 2007

Ngak Nyampe!!

Filed under: Curhat, Jalan-jalan

Kemarin aku liat ruangan baruku di tempat client. Pas aku coba duduk di salah satu meja, aku merasakan ada yang aneh. Kursinya pendek dan mejanya tinggi. Nggak pas sama postur badanku. Aku nggak nyampe!!!

~kalaudilabTKakubilangnyakursiRasis~ :D  

September 14, 2007

Time

Filed under: Curhat

Time controls me…
I even dont have time for my self

September 13, 2007

Hari Geneee

Filed under: Curhat

Hari geneee…udah sore2, pas pertama puasa..yang ada gak konsen dan nanyain orang2, pulang jam brapa, naik apa :D

September 10, 2007

Nyasar!

Siang ini aku ke Bank, ngecek transferan dari temen-temenku. Dalam perjalanan ke Bank, aku ketemu Adi, Novita dan Atiek. Aku sapa mereka dengan keheranan. Novi dan Atiek teriak kegirangan.

Mereka lalu cerita mereka nyasar dan nggak tahu jalan pulang. Mereka bilang mereka ga ngerti naik patas apa, tiba-tiba kenek memberitahu bahwa trayeknya sudah habis. Akhirnya mereka turun di depan Bank. Mereka bilang capek dan kelaperan, dari tadi ga tau jalan pulang. Tapi gak ada yang mau ngaku, sebenarnya mereka lagi ngapain.

Aku kasih tau patas yang menuju Kp. Rambutan, tapi Novi kejauhan. Mereka minta dikasih tau jalan ke kampung melayu. Sudah aku kasih tau jalan ke kampung Melayu, Novi ga mau ke Kp. Melayu. Karena rumah Novi di Bekasi. Akhirnya patas ke arah Bekasi lewat dan mereka naik.

Hujan di 7 September

Filed under: Curhat

Jumat kemarin hujan mengguyur sebagian Jakarta. Aku pulang terburu-buru supaya tidak kehujanan. Dari kantor, aku jalan kaki ke arah aku biasa naik mikrolet. Saat itu belum hujan, namun langit sudah gelap. Hujan turun pas saat aku naik mikrolet.

Aku pun bergegas menghubungi si Aa, maksudnya menegaskan akan pulang bareng atau tidak. Jika tidak pulang bareng, aku nggak akan turun dari mikrolet di daerah meeting point. Karena tidak berhasil menghubunginya, ya sudah, ku putuskan tuk turun dari mikrolet.

Saat itu hujan sudah deras sekali. Ketika aku turun dari mikrolet, eeeh sendal jepitku hanyut dibawa air. Jadilah aku ngejar-ngejar tuh sendal jepit dan kebasahan. Lalu aku berteduh di pelataran mal, sambil memakai payung. Karena hujannya tampias, aku berusaha menepi ke arah lobby, tapi kemudian dimarahi oleh seorang bapak karena aku jalan dengan membuka payung. Akhirnya ku tutup payungku(jadi kebasahan deh) :(

Angin saat itu kencang sekali sampai masuk berhembus ke dalam mal. Saat itu aku kedinginan, lapar dan takut. Kilat juga menyambar ke mana2.

Jalanan macet sekali. Aku pikir, lebih baik tidak pulang dulu dan lebih baik makan dulu di sebrang jalan. Ya syudah, ku coba hubungin si Aa, mau bilang jangan muter dulu ke arah mal, tapi tidak ada jawaban. Akhirnya aku nekat nyebrang jalan dan jalan ke arah kali.

Tapi apa yang terjadi, tanah di sekitar kali ternyata basah dan sendal jepitku nyangkut!!!! Hikz…akhirnya dg sekuat tenaga pelan-pelan aku angkat kakiku. Aku nyebrang jembatan kali dengan menggeser kaki karena takut jatuh. Lepas dari kali, ku sebrangi jalan. Sampai di sebrang ku telepon si Aa. Setelah berkali-kali menunggu jawaban, akhirnya dia menjawab juga. Ternyata dia sudah muter balik!! :( (

Dengan susah payah ku sebrangi jalan, ku sebrangi kali, dan nyebrang lagi ke arah mal. Dan tak lama…there he was. Di motor, aku ngomel, nangis dan ketawa mengingat kejadian tadi :P

Menjelang Puasa

Filed under: Persahabatan, Islam

Assalamu’alaikum wr wb

Dear All, sebentar lagi puasa.. Oleh karena itu, aku mengucapkan selamat puasa, mohon maaf lahir batin.

-WirDa- 

September 7, 2007

Kita Bukan Angka

Filed under: Press Release

Diambil dari Republika On-Line 

Rabu, 23 Oktober 2002
Kita Bukan Angka
Bangun pagi sekali disambung berkemas menyiapkan diri lalu segera beranjak ke tempat kerja. Beginilah irama pembuka kebanyakan dari kita pada Senin sampai Jum’at atau hingga Sabtu bagi sebagian dari kita.

Sementara Minggu berbeda iramanya, karena hari itu kita jadikan untuk aktivitas bersama-sama keluarga. Bukan hari untuk tempat di mana masing-masing kita bekerja.

Irama itu kelihatan sederhana dan telah berlangsung lama, bahkan tatkala kita kanak-kanak pun sudah melihat orang tua di rumah juga menjalankannya. Mekanis sekali. Namun sungguh nilainya luar biasa karena itu wujud kita bertanggung jawab pada kehidupan sendiri dan keluarga sekarang dan demi masa depan.

Uniknya, kendati yang kita lakukan saat pagi di rumah hampir sama, alasannya lain-lain. Ada yang mengaku karena kantornya menetapkan jam kerja mulai pukul 07.30 dan barang siapa terlambat maka gajinya nanti dikurangi. Ada pula yang bilang kalau sedang mengejar promosi agar memperoleh tambahan fasilitas perusahaan.

Anda pun pasti punya alasan tersediri. Misalnya, lantaran bos Anda galak dan kerap membutuhkan bantuan sewaktu-waktu. Atau, sebaliknya karena atasan Anda begitu baik dan sedang dipandang sehingga ingin cepat berjumpa.

Apapun alasan Anda, giat bekerja boleh-boleh saja dan manusiawi. Sayangnya, segala pandangan tentang kerja itu tidak perlu bagi manajemen tempat kita bekerja. Sebab, ternyata banyak manajemen memandang orang-orang bekerja padanya sebagai salah satu dari sekian faktor yang dilihat dengan angka-angka.

Hal pertama yang dilakukan di tempat kerja adalah mengisi absen, di mana nama setiap orang ditandai dengan nomor tertentu. Kemudian memulai kerja sesuai ruang tangung jawab masing-masing, yang sesungguhnya adalah untuk mencapai target dan mesti menyelesaikannya pada rentang waktu tertentu. Ujung-ujungnya pada tanggal yang ditetapkan Anda menerima gaji, honor atau apapun namanya.

Semua itu ditunjukkan dengan angka. Nyatanya kita memang dinyatakan dengan angka. Kita ini manusia yang dikenali dan mengenali satu sama lain sebagai angka atau nomor. Pada KTP begitu, SIM, alamat dan telepon sampai rekening bank dan banyak lagi tertera angka khusus untuk setiap nama.

Akankah begitu seterusnya? Entah, dan memang bukan itu yang hendak dikemukakan di sini. Anda pasti senang jika ada masanya orang lain memandang Anda bukan sebagai faktor apalagi sekadar sebaris angka. Sebaliknya begitu pun Anda terhadap sekeliling.

Ramadhan sebentar lagi datang. Bulan puasa menjadi waktu bagi kita menghapuskan batasan atau jarak angka-angka tadi. Setiap kali bulan suci datang suasana tempat bekerja terasa lain, kendati yang dikerjakan sama saja. Hanya suasana atau nuansa yang terasa berbeda.

Sesederhana itu. Tapi, justru itulah yang dapat kita manfaatkan untuk membangun hubungan satu sama lain menjadi lebih dekat, akrab, intim, dan lebih bermakna. Selain bekerja guna memenuhi target masing-masing, secara bersama-sama melakukan puasa dalam rangka ibadah.

Jadi, amat pantas jika peristiwa puasa betul-betul dimanfaatkan manajemen untuk membina sumber daya manusia (SDM). Elok sekali bagi manajemen bila dapat sejenak memandang orang-orang di dalamnya lebih luas. Maksudnya, yang tidak terlihat dari laporan di atas kertas dan varibel angka-angka.

Dengan kata lain, saling memberi penghargaan dan pengakuan dengan tulus. Seperti banyak cerita bahwa tepukan di bahu tanda salut atau terima kasih bagi seseorang lebih memuaskan dan makin memotivasi ketimbang perolehan uang.

Seorang teman baru saja pindah ke tempat kerja baru. Sepintas dia seperti menurunkan ‘derajat’-nya dari perusahan multinasional yang berkantor di gedung tinggi ke perusahaan baru yang berkantor di rumah. ‘’Soal berapa (gaji) yang saya dapat sama saja dan yang dilakukan juga sama. Tapi di sini lebih nyaman karena ada keterbukaan dan kekeluargaan sekali. Saya lebih kreatif dan diakui,'’ katanya.

Pengalaman teman tadi merupakan kenyataan lain alasan orang giat pergi ke tempat kerja dan bekerja. Yakni, karena suasana yang nyaman dengan hati maupun karakter. Atau, seperti kata yang lain bahwa membangun jalinan kerjasama bisnis tak cukup dengan kesamaan minta pada jenis usahanya apalagi seberapa besar perolehan yang akan diraih.

Tetapi, dia menyebut harus ada kecocokan secara chemistry atau kimiawi. ‘’Kalau semua ‘angka’ sudah cocok tapi chemistry kita tidak nyambung, ya tetap sulit untuk hubungan yang langgeng,'’ katanya.

Karena itu, ada baiknnya saat puasa yang sebentar lagi datang kita manfaatkan betul untuk memperoleh chemistry dan hubungan dengan hati itu. Sebab, hasilnya juga menunjang kinerja dalam pekerjaan di hari-hari mendatang.

Oleh: Mien R. Uno, Lembaga Pendidikan DUTA BANGSA Empower Yourself *)
e-mail: probis@republika.co.id, faksimile: 021-7983623

*)Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional
( )






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M