Pernikahan tidak saja mengenai akad nikah atau resepsi atau lamaran. Tapi juga persiapan menuju hari-hari setelah pernikahan. Sebelum memasuki tahap pernikahan ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh kedua belah pihak - calon pengantin pria dan wanita - yakni :
1. Kesiapan untuk menikah secara mental
2. Kesiapan material
3. Kesiapan kesehatan
Hal yang terakhir, sering kali terlupakan atau dilupakan. Padahal kesiapan kesehatan sangatlah penting bagi orang yang akan menikah, berkeluarga dan punya anak. Apa saja kira-kira pemeriksaan yang diperlukan? Mungkin banyak dari kita - terutama kaum perempuan - bingung tentang hal ini.
Berikut saya berikan sedikit "pencerahan" :
IgG CMV dan IgM CMV
Cytomegalovirus (CMV)
Penyakit yang disebabkan oleh Cytomegalovirus dapat terjadi secara kongenital saat bayi atau infeksi pada usia anak. Kadang-kadang, CMV juga dapat menyebabkan infeksi primer pada dewasa, tetapi sebagian besar infeksi pada usia dewasa disebabkan reaktivasi virus yang telah didapat sebelumnya. Infeksi kongenital biasanya disebabkan oleh reaktivasi CMV selama kehamilan. Di negara berkembang, jarang terjadi infeksi primer selama kehamilan, karena sebagian besar orang telah terinfeksi dengan virus ini sebelumnya. Bila infeksi primer terjadi pada ibu, maka bayi akan dapat lahir dengan kerusakan otak, ikterus dengan pembesaran hepar dan lien, trombositopenia, serta dapat menyebabkan retardasi mental. Bayi juga dapat terinfeksi selama proses kelahiran karena terdapatnya CMV yang banyak dalam serviks. Penderita dengan infeksi CMV aktif dapat mengekskresikan virus dalam urin, sekret traktus respiratorius, saliva, semen, dan serviks. Virus juga didapatkan pada leukosit dan dapat menular melalui tranfusi
Cytomegalovirus atau disingkat CMV merupakan anggota “keluarga” virus herpes yang biasa disebut herpesviridae. CMV sering disebut sebagai “virus paradoks” karena bila menginfeksi seseorang dapat berakibat fatal, atau dapat juga hanya diam di dalam tubuh penderita seumur hidupnya.
Pada awal infeksi, CMV aktif menggandakan diri. Sebagai respon, system kekebalan tubuh akan berusaha mengatasi kondisi tersebut, sehingga setelah beberapa waktu virus akan menetap dalam cairan tubuh penderita seperti darah, air liur, urin, sperma, lendir vagina, ASI, dan sebagainya. Penularan CMV dapat terjadi karena kontak langsung dengan sumber infeksi tersebut, dan bukan melalui makanan, minuman atau dengan perantaraan binatang.
Seperti anggota keluarga virus herpes lainnya, CMV dapat aktif kembali bila daya tahan tubuh pengidapnya menurun, tetapi pada umumnya tidak memberikan tanda-tanda atau gejala klinis.
Pemeriksaan lanjutan kadang-kadang diperlukan untuk memperkirakan kapan infeksi terjadi, yaitu dengan pemeriksaan aviditas anti-CMV IgG. Pemeriksaan ini menggambarkan kekuatan ikatan antibodi CMV dengan antigennya yaitu CMV. Bila hasil pemeriksaan aviditas tinggi, berarti infeksi terjadi sekitar 3 bulan sebelum pemeriksaan. Sedangkan hasil pemeriksaan aviditas yang rendah menunjukkan infeksi baru terjadi dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Pemeriksaan aviditas anti-CMV IgG perlu dilakukan apabila :
- Hasil pemeriksaan anti-CMV IgG dan anti-CMV IgM positif
- Pemeriksaan anti-CMV IgG pada awal dan akhir kehamilan berubah dari negatif menjadi positif
Toksoplasma
Toxoplasma gondii adalah parasit protozoa yang merupakan salah satu penyebab kelainan kongenital yang cukup dominan dibandingkan penyebab lainnya yang tergolong dalam TORCH. Hospes primernya adalah kucing. Kucing ini telah mempunyai imunitas, tetapi pada saat reinfeksi mereka dapat menyebarkan kembali sejumlah kecil ookista. Ookista ini dapat menginfeksi manusia dengan cara memakan daging, buah-buahan, atau sayuran yang terkontaminasi atau karena kontak dengan faeces kucing. Dalam sel–sel jaringan tubuh manusia, akan terjadi proliferasi trophozoit sehingga sel–sel tersebut akan membesar. Trophozoit akan berkembang dan terbentuk satu kista dalam sel, yang di dalamnya terdapat merozoit. Kista biasanya didapatkan di jaringan otak, retina, hati, dan lain-lain yang dapat menyebabkan kelainan pada organ-organ tersebut, seperti microcephali, cerebral kalsifikasi, chorioretinitis, dll. Kista toksoplasma ditemukan dalam daging babi atau daging kambing. Sementara itu, sangat jarang pada daging sapi atau daging ayam. Kista toksoplasma yang berada dalam daging dapat dihancurkan dengan pembekuan atau dimasak sampai dagingnya berubah warna. Buah atau sayuran yang tidak dicuci juga dapat menstranmisikan parasit yang dapat dihancurkan dengan pembekuan atau pendidihan. Infeksi T.gondii biasanya tanpa gejala dan berlalu begitu saja. Setelah masa inkubasi selama lebih kurang 9 hari, muncul gejala flu seperti lelah, sakit kepala, dan demam yang dapat muncul hampir bersamaan dengan limpadenopati, terutama di daerah serviks posterior.
Rubella
Kematian pada post natal rubella biasanya disebabkan oleh enchepalitis. Pada infeksi awal, virus akan masuk melalui traktus respiratorius yang kemudian akan menyebar ke kelenjar limfe sekitar dan mengalami multiplikasi serta mengawali terjadinya viremia dalam waktu 7 hari. Janin dapat terinfeksi selama terjadinya viremia maternal. Saat ini, telah diketahui bahwa infeksi plasenta terjadi pada 80% kasus dan risiko kerusakan jantung, mata, atau telinga janin sangat tinggi pada trisemester pertama. Jika infeksi maternal terjadi sebelum usia kehamilan 12 minggu, 60% bayi akan terinfeksi. Kemudian, risiko akan menurun menjadi 17% pada minggu ke-14 dan selanjutnya menjadi 6% setelah usia kehamilan 20 minggu. Akan tetapi, plasenta biasanya terinfeksi dan virus dapat menjadi laten pada bayi yang terinfeksi kongenital selama bertahun-tahun
Mothers…love your babies.
Informasi ini didapat dari:
http://www.tempo.co.id/medika/arsip/042002/pus-4.htm
http://www.prodia.co.id/info_terkini/2006_cytomega.html