Dear Ibu Supir Angkot
Pagi ini aku naik angkot seperti biasa. Yang luar biasa adalah supirnya yang notabene perempuan. Semua orang terkejut dengan sopir angkot perempuan. Bu Supir menyetir dengan enak - serasa ada di mobil pribadi. Tapi kemudian ada penumpang ibu-ibu yang nyeletuk gak asik.
Ibu1 : Aku ga tau, Pak kalau supirnya perempuan. Besok2 ta’ apalin dan ga mau naik lagi.
Tak berapa lama ibu tersebut komentar lagi.
Ibu1 : Jalannya begini sih, gak kenceng? Bukannya ngebut!!
*Lhaaaa…kalau ngebut biasanya penumpang malah marah2*
Ibu1 ngomel sepanjang jalan. Apalagi saat angkot di salip oleh supir lain yang rebutan penumpang dengan angkot yang aku tumpangi. Bapak di belakang Bu Supir komentar begini, "Jangan takut Bu, rezeki masing-masing. Nanti kalau dia macem2 saya yang turun."
Akhirnya sampai juga di terminal dengan selamat - alhamdulillah. Begitu ibu1 turun dari angkot, beberapa penumpang berkomentar :
Ibu2 : Gimana sih tuh ibu, marah2 melulu, bete tuh dia. Udah bagus jalannya tertib ini malah minta ngebut.
Bapak1 : Iya, lebih bagus kerja begini kan? (*lhooo Pak, komentarnya kok ga nyambung*) T_T
Bapak1 : Nyupirnya si Ibu udah bagus kok, cuma masalah ngeremnya aja. Maklumlah wanita kan penuh perasaan. (*alah*)
Anyway, congrats buat Ibu Supir. Jangan kapok ya Bu. Rezeki di tangan Tuhan. Tetap berjuang untuk keluarga tercinta. *jadi terharu, inget mama*
Selamat hari Ibu tanggal 22 Desember 2008. I love you, Mom.
Jadi inget para Ibu yang jadi supir Busway
Comment by setiaji — December 19, 2007 @ 7:59 am
iya…
Comment by Administrator — December 19, 2007 @ 8:02 am
Ibu-ibu yang perjuangannya subhanallah… Mereka sangat berjuang tuk keluarga mereka.
Comment by Administrator — December 19, 2007 @ 10:47 am