Hidup Ini Indah

February 28, 2008

Surat Untuk Dikau

Filed under: Cinta, Renungan, Bicara!, Curhat

Saya cinta mengajar. Saya sangat mencintai mahasiswa saya, murid-murid saya. Bagi saya mengajar adalah bagian dari hidup saya.

Jujur saja, saya bukan tipikal pendidik yang "terlalu hobi" bicara tentang materi pelajaran. Dan kebetulan, saat ini, seluruh murid saya berstatus sebagai mahasiswa - bukan lagi anak kecil yang perlu disuapi ini dan itu. Jadilah saya menyisipi jam mengajar saya dengan "falsafah kehidupan".

Tidak ada maksud dari diri saya, untuk menjadi penceramah - karena saya memang bukan ahli bicara. Saya hanya memberi sedikit pandangan saya tentang kehidupan saya. Mayoritas saya bicara tentang hubungan dengan sesama, dunia pendidikan dan kehidupan sosial. Tak jarang juga saya bercerita tentang dunia pekerjaan, dunia setelah masa "pendidikan formal" ditempuh.

Kemarin saya bercerita, tentang hampir rubuhnya sebuah gedung sekolah dasar negeri. Sementara di sekelilingnya berdiri rumah-rumah mewah dengan harga di atas ratusan juta bahkan satu milyar. Saya membayangkan, betapa mengerikan dan menyedihkannya sekolah dalam keadaan seperti itu. Cat yang mengelupas, atap genteng yang bocor, tiang yang miring… Bagaimana mungkin anak-anak bisa semangat sekolah…

Berkatalah saya kemudian, " Saya tidak ingin, saya mengajar saja. Saya juga ingin berbagi dengan kalian, hal-hal yang sederhana yang mungkin juga dapat menjadi masukan bagi kehidupan kalian."

Lalu saya katakan kepada mereka, "Nak…jika kalian tahu, berapa gaji seorang guru, maka kalian akan tahu, bahwa menjadi guru itu adalah sebuah pengabdian. Tapi sekali lagi, hidup itu adalah pilihan, begitu pula menjadi guru…adalah sebuah pilihan. Maka jika kalian suatu saat menjadi seorang yang mempunyai kekuatan dan kuasa atas sebuah keputusan, tolonglah, jangan sunat anggaran pendidikan kita. Saya tidak bisa membayangkan, betapa kadang saya merasa, pemimpin-pemimpin kita telah lupa, bahwa mereka pernah sekolah SD juga…tapi kenapa, banyak sekolah yang rusak, banyak guru yang tidak sejahtera."

Ingin sekali saya katakan kepada mereka, " Jangan korupsi ya, Nak… Karena korupsi membunuh bangsa. "

Murid-muridku sayang, saya tidak hanya ingin sekedar mengajar saja, tapi saya ingin menjadi motivator bagi kalian, agar kalian mampu menjadi orang yang pandai, cerdas namun juga memiliki hati…

Depok, 27 Februari 2008

February 26, 2008

Inkonsistensi Kebebasan

Filed under: Bicara!, Curhat, Islam

Kadang kala aku bingung, ya Rabb…
Mereka berkata, "It’s a free country"
tapi mereka memandang aneh saudari-saudari kami menutup aurat…

Kadang kala aku heran, ya Rabb…
Mereka menyatakan, "This is a free country"
tapi jenggot panjang saudara-saudara kami dikecam

Mereka bilang negara bebas
tapi bukan berarti dapat bebas menyatakan bahwa Islam adalah teroris…
Karena memang ISLAM bukan TERORIS

Lindungilah kami ya, Rabb… 

Kurang Dari Empat Belas Hari

Pembaca…Tahukah kalian bahwa aku sedang gelisah? Ya gelisah, H2C, deg2an…menunggu hari itu tiba. Kurang dari empat belas hari lagi hari itu akan datang. Semalam aku tidak bisa tidur. Terlebih memikirkan banyak hal serta harus mengkoordinasi ini dan itu.

This is my first and I hope this will last for ever. Inilah yang aku tunggu-tunggu setelah sekian lama berusaha dan berdoa. Selama sekian bulan terakhir, aku dan dia berusaha dan berdoa sekuat tenaga untuk mewujudkan suatu event yang kami sebut "Big Day". Event ini akan dilanjutkan dengan sebuah proyek berkesinambungan yang dinamakan "A life time project".

Ya Allah, kami berharap akan ridho dan barokah dari MU. Kami berharap akan bantuanMU… Kami serahkan segalanya kepadaMU, ya Allah. Jadikanlah kami keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah.

Doakan kami, ya…agar segalanya lancar dan keluarga kami  menjadi keluarga yang samara. 

February 25, 2008

Temen-temenku bilang….

Filed under: Persahabatan, Curhat

Ini sebagian komentar dan ucapan dari temen-temenku :

b3yu_ch3n: halo wirdha
b3yu_ch3n: selamat ya
b3yu_ch3n: insya allahu gw dateng deh ya
Wirda: iya
Wirda: makasih ya
b3yu_ch3n: btw mendadak aja neh acaranya
Wirda: mhn doanya
b3yu_ch3n: gw sampe kaget aja
b3yu_ch3n: huehuehue
Wirda: masa mendadak ya?
b3yu_ch3n: btw irfan basuki itu temen kelas kita bukan?
b3yu_ch3n: keknya gw pernah denger namanya
Wirda: iya
Wirda: temen kita kok
b3yu_ch3n: irfan kacamata ya?
b3yu_ch3n: heh?
b3yu_ch3n: wah2
b3yu_ch3n: ternyata
b3yu_ch3n: selama ini
b3yu_ch3n: terpendam ya

Suwir : jadi amam irpan ?
Wirda : baca di milis dong
Suwir : blom buka milis gw hari ini
Wirda : trus lo tau dr mana
Suwir : jadi sama irpan ?
Wirda : maaf2,k mrn sabtu kita kumpul2
Wirda : gw pikir lu di luar pulau
Wirda : jd gw titipin coy
Suwir : tuh kan
Suwir : ga kasih tau
Wirda : kirain lu di luar pulau
Wirda : >.<
Suwir : sama irpan ya ?
Wirda : iyaaaaaaaaaaaaaa
Suwir : gw udah dijakarta dari desember
Wirda : ya ampun kaga percaya baget seh
Suwir : eh, sama irpan wir ?
Wirda : iyaaaaaaaa

 

akmal: wir loe kawin..?
akmal: ma ipan sape.?
Wirda: irvan
akmal: beneran
akmal: kok bia
akmal: \\bisa
Wirda: bisa
Wirda: soalnya dia ngelamar gw
akmal: ga bcanda kan loe.?

 

bayu Wicaksono: aku mohon maaf….aku dan ibu negara mungkin ga bisa hadir….tapi kita doakan yg terbaik untuk wirda dan irvan (kok bisa ya..?? hehe)
Wirda: terimakasih
Wirda: aminnn doain lancar yaaa
bayu Wicaksono: tapi….i’m supprised!!!
bayu Wicaksono: amin..
Wirda: thnx bangeeeeeeeet
bayu Wicaksono: ga sopan neh..mendahulukan yg tua…
Wirda: suka bingung klo ditanya "kok bisaaa"
bayu Wicaksono: hehe….

Reuni yang Menyenangkan

Sabtu kemarin aku dan beberapa temanku - Widy, Ardian, Beni dan Tika janjian ketemuan di kampus. Kebetulan aku ngajar pagi dan siang. Jam 11 siang, Tika muncul bersama Yuni. Segera saja kami ribut cari makan. Aku kepingin mi yamin dan Tika setuju. Akhirnya kami beli mi yamin di gerbang kampus. Tak lama, Beni telepon mengabarkan bahwa dia sudah sampai.

Yak yak..berkumpullah kami bertiga di tempat mi Yamin (yang ternyata ngga enak rasanya). Hikz…sebal sekali. Tika sih enak…sebelum makan mi yamin dia sudah beli jagung rebus duluan. Pfff, atas dasar manusia banyak yang kelaparan, ku habiskanlah mi yamin itu.

Jreeenggg…udah mau jam setengah satu, tapi Widy belom muncul juga. Ardian belum tahu kabarnya, karena katanya Ibunya sakit. Nunggu tanpa kepastian, akhirnya jam mengajarku datang juga. Masuk sajalah, sambil menunggu Widy.

Baru setengah jam mengajar, masuk sms dari Widy. Katanya kehujanan tapi sekarang dia sudah sampai. Yo wesss, karena masih asik ngajar, jd ya sudahlah..enjoy aja.

**Di kelas**
Saat itu aku sedang mengajar tentang prospek pendidikan di masa mendatang. Inti dari kalimatku adalah pembelajaran yang dilakukan tanpa harus datang ke sekolah/kampus.
Aku     : Jadiii….kalau ternyata kalian tidak perlu datang ke sekolah/kampus untuk belajar,
             kira-kira menurut kalian bagaimana? Kira-kira menurut kalian apa yang hilang?
Christa : Ngga dapet uang jajan, Bu…
*Seluruh kelas tertawa* Tapi Christa menjawab dengan sangat serius.
Aku     : Bukan itu yang Ibu maksud…
Sari     : Ngga dapet jodoh Bu, karena di rumah terus.
*Seluruh kelas tertawa lagi*
Aku     : Yaaa, sepertinya saya akan frustasi kalau kalian begini terus. Maksud saya bukan itu…
             Maksud saya, jika tidak perlu datang ke sekolah, maka yang hilang adalah jarak.
Kelas   : Oooohhh….
Aku     : Oleh sebab itu, ada yang mengatakan bahwa "Jarak Sudah Mati". Karena sekarang  
             cukup menekan kata kunci saja, kemudian kalian bisa mendapat informasinya.

Akhirnya, tibalah saat-saat yang melelahkan - suara habis - dan aku merasa bintitanku nyut-nyutan. Karena hari juga sudah mulai siang, ku akhiri kelas hari itu. Kemudian menyusul teman-teman di ruanganku.

Ruangan sudah ramai dengan canda tawa. Cerita-cerita dimulai kembali, sembari mengingat masa lalu. Widy paling bahagia. Karena dia di kantor temannya orang tua semua, jadi kesepian.
Widy   : Ntar dulu kenapa, jgn buru2 pulang. Gue lagi bahagia banget neh. Di kantor gw
            bapak-bapak semua. masa gw diajak ngobrol dana pensiun. Omongannya tua semua.
Aku    : Pantesan Wid, jadi ngefek ke muka elo…
Anak2 ketawa… Cerita demi cerita melanjut, mulai dari sarungnya Beni :D sunatan, hp ilang, kredit rumah, ATM..duuuh banyak banget deh. Menjelang ashar, Widy ngajak makan batagor.

*Di tempat Batagor*
Semua pesan batagor kecuali Beni. Beni malah mesan Mi Yamin. Aku dan tika bisik-bisik keheranan, soalnya dari tadi kita makan, kita bilang ke Beni bahwa mi yamin nya ngga enak :D Ardian nambah batagornya.
Ardian      : Waduhhh, kayanya gw ngga nampol neh.
Tika         : Lu belom makan Ar? Ampe Nambah? *Sambil Tika makan cimol dan memesan
                 batagor* :D
Ardian     : Belom… *nyengir2*
Aku         : Ar, coba lu tanya balik si Tika…
Ardian     : Emang kenapa Wir?
Aku          : Yaaa, tanya ajaaa  *nyengir2 kuda ke tika*
Ardian      : Lu udah makan, Tik?
Tika         : Udah..tadi.
Aku         : Coba sebutin apa aja :D
Tika         : Jagung, trus mi yamin *mesem2*
Aku dan Ardian nyengir2 :D :D

February 22, 2008

Ngintipin Siapa?

Filed under: Curhat

Udah seminggu ini kelopak mataku bermasalah (baca: bintitan). Akhirnya mata jadi perih apalagi kalau liat PC/TV. Mata berair terus jadi bawaannya ngantuk. Dan karena rasanya keganjel, jd penglihatan gak sempurna, gw jd pusing euy.

Semua org bertanya siapa yg gw intip :P dan waktu ke dokter…
Gw      : Dok, saya bintitan (lepas kacamata)
Dokter : Hahahahaha
Gw      : *lhaaaa malah ketawa*

February 15, 2008

Pernahkah terlintas untuk betanya “Mengapa?”

Filed under: Renungan

Ini postingan dari temen, mungkin copy paste, tapi paling ngga, mudah2an berguna untuk direnunggi yah…

Dari Seri Utami 

Mengapa Yahudi boleh memelihara janggut
Menjalankan ritualnya dan mendapatkan
kelonggaran untuk kebebasannya
Tetapi ketika muslim melakukan hal yang sama,
Dia dicap sebagai ekstrimis dan teroris ?

Mengapa seorang biarawati boleh menutup dirinya
Dari kepala hingga kaki, dan dia dihormati
Karena melayani Tuhannya,
Tetapi ketika muslimah melakukan hal yang sama
Dia dipinggirkan dan dibenci ?

Mengapa ketika seorang wanita Barat
Memutuskan untuk menjadi seorang ibu rumah tangga,
Dia dihormati karena mengorbankan dirinya demi keluarga
Tetapi ketika Muslimah melakukannya,
Mereka bertanya, "Dia perlu diperjuangkan hak dan kebebasannya? "

Mengapa setiap perempuan boleh memasuki universitas atau perkantoran
Dengan mengenakan apa saja yang dia mau
Tetapi ketika Muslimah berjilbab mereka menghalanginya ?

Mengapa ketika seorang anak berdedikasi
Kepada sesuatu yang disukainya,
Dia dianggap sangat potensial
Tetapi ketika dia berdedikasi kepada Islam
Dia dianggap tidak berguna ?

Mengapa ketika penganut Kristiani dan Yahudi membunuh seseorang,
Agamanya sama sekali tidak dipersoalkan
Tetapi ketika muslim melakukannya,
Mereka berkata Islamlah dalangnya

Mengapa ketika masalah timbul,
Islam telah menjawabnya dengan benar,
Tapi kita semua menolak kebenaran itu ?

Mengapa seseorang yang mengendarai sebuah mobil
Dan dia melanggar semua peraturan lalu lintas
Maka orang akan menyalahkan si pengemudi
Bukan mobil yang dikendarainya
Tetapi ketika seorang muslim melakukan kesalahan
Maka orang akan berkata, "Islamlah penyebabnya"
Tanpa melihat tradisi Islam

Mengapa masyarakat lebih mudah percaya kepada surat kabar,
Dibandingkan dengan Al Quran
Pernahkah terlintas untuk betanya "Mengapa?"

———— ——— ——— ——— ——— ——— -

"Tahun berapa Tuhan Anda dilahirkan?" tanya ilmuwan kafir
"Allah tidak melahirkan dan tidak dilahirkan," jawab Abu Hanifah
"Hmm, masuk akal jika dikatakan Allah tidak melahirkan dan tidak pula dilahirkan. Lalu pada tahun berapa Dia ada?"
"Dia ada sebelum segala sesuatu ada," tegas Abu Hanifah
"Bisa berikan contoh konkret mengenai hal ini?"
"Anda tahu tentang perhitungan? " Abu Hanifah balik bertanya
"Iya, saya tahu."
"Angka berapa sebelum angka satu?"
"Tidak ada," jawab ilmuwan kafir
"Tidak ada angka lain yang mendahului angka satu. Lalu mengapa anda bingung bahwa sebelum Allah itu tidak ada sesuatu pun yang mendahului-Nya? " (Debat Abu Hanifah dengan Ilmuwan Kafir)

February 11, 2008

Lantai UG, G, dan B

Filed under: Curhat

Kemarin di lift bengong, terus ngeliat tombol Lift ada UG, G dan B. Tiba-tiba aku ketawa sendiri (trus ngajak mama ketawa sih supaya aku gak dikira gila). AKu bilang gini, " Ma…dari tadi masa aku mikir  gini pas liat tombol Lift, kalau UG itu underground, kalau G itu Ground, kalau B itu backgorund. Tapi rasanya ada yg aneh..ternyata salah ya Ma :P "

Mama : ketawa…"dasar!" 

Ternyata sabar dan ikhlas ngga mudah(2)

Filed under: Curhat

Lanjut yaahh… Saya punya perjanjian khusus dengan mahasiswa2 saya bahwa paling telat mereka datang pukul 08.15 boleh lah datang pukul 08.30, tapi dengan catatan, paling tidak itu hanya satu dua orang saja. Saya tidak bisa konsentrasi mengajar apabila pintu bolak balik dibuka :’( cuma itu masalahnya. Dan..selama satu semester kemarin, mereka (mahasiswa saya), tidak menepati janji yang mereka sanggupi kemarin di awal semester. Hikz.

Ya sudah, saya marah. Saya diam dan keluar kelas. Bayangkan…selama satu semester kemarin, saya seolah diminta menunggu mereka datang. Biasanya pukul 09.00 kelas baru penuh. Kalau begitu, kenapa kemarin mereka menyanggupi datang pukul 08.15??

Ya sudah, pernah saya coba dengan cara seperti ini : tidak membolehkan mereka absen dan masuk kelas bila tidak on-time. Nyatanya apa? Nggak kapok tuhhh… 

Jadi kemarin (atas prakarsa Jeng Santi), akhirnya saya memberi tugas kepada mahasiswa yang telatzzzz…dan yang datang on-time tampak sangat bahagia. Mereka berteriak, "sukuriiiinnn.." :D

February 9, 2008

Ternyata sabar dan ikhlas itu ngga mudah :)

Filed under: Uncategorized

hari ini saya belajar, sabar dan ikhlas itu ngga mudah…karena mendadak mau mengajar(jamnya dimajukan, horeee)… saya jadi nulisanya ntar aja ya






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M