Antara KRL, Bis dan Motor
Pagi ini saya berangkat menggunakan KRL Ekonomi AC. Rasanya sangat nyaman sampai-sampai saya bisa bobo dengan nyamannya (jgn heran karena beruang punya cara tersendiri dalam hibernasi, termasuk saya - si beruang madu)
Dan tiba-tiba saja jadi kepingin menulis pengalaman saya naik KRL, bis atau pun motor.
Bis :
- Musti berangkat pagi2 supaya sampai di terminal sebelum jam 6 pagi
- Nunggunya lama
- Pemandangan yang umum terlihat : orang kantoran dengan pakaian rapi atau anak sekolah (laki-laki) kadang-kadang merokok atau (perempuan) dengan jilbab gaul, baju ketat, baju sekolah biasa, atau jilbab tren terbaru yang memperlihatkan sebagian poni rambutnya dari balik jilbabnya >.<
- Begitu datang, bis langsung dikerubutin orang..kadang ada penumpang yang malahan histeris teriak2 supaya orang didepannya segera naik
- Potensi terinjak hak sepatu wanita atau terdorong kaum adam yang tubuhnya tidak bisa dibilang kecil
- Kena macet di mana-mana dan di setiap lampu merah, di tiap tikungan kosong nyaris ngepot2, selalu memeluk tas erat-erat
- Kalau duduk di tengah kadang-kadang kejepit di antara dua penumpang, kalau di pojok dekat jendela didorong sedemikian rupa sampai bahu pegal T_T
- Bila matahari mulai panas dan kita duduk di posisi tempat sinar matahari masuk dan tak ada tirai, tak diragukan lagi keringat akan mengucur deras walaupun itu bis AC!
- Kadang-kadang AC berubah kepanjangannya menjadi Air Cucuran apabila musim hujan datang atau bila AC-nya bocor.
- Apabila yang dinaiki adalah bis biasa, maka sebelum duduk hendaklah melihat ke atap bis untuk memastikan bahwa atap bis aman dari air hujan dan tidak ada bekas rembesan.
- Untuk bis jenis tertentu, siap2 saja diturunkan sebelum saatnya apabila bis mogok ataupun kena macet parah! *sebal*
- Saat jam pulang kantor, bila menggunakan bis yang non AC, berbagai "keharuman" akan sangat umum untuk tercium.
- Potensi menghisap racun tembakau amatlah besar!!!
Motor :
- Wajib menggunakan berbagai macam alat pengaman seperti : helm *jelas dong*, sarung tangan *takut hitam*, jaket *biar nggak masuk angin*, kaos kaki yang rada tinggi *biar nggak pamer betis*, tutup hidung *kalau ga pake nanti ditilang suami*
- Siap2 pegel kalau bawa tas tangan dengan isi banyak seperti : dompet, dompet koin yang beratnya sekitar setengah kilo, payung, tempat pensil yang isinya macam-macam tapi yang dipakai cuma flash disk doang, berbagai macam kunci rumah, air minum sekitar 600 ml, handphone *jumlahnya tergantung keadaan si pemilik*.
- Akan sering beristighfar apabila:
- lewat sepanjang kali dan nggak sengaja ngelihat orang mandi T_T
- ngeliat penumpang motor lain yang dibonceng dan memakai rok seadanya kemudian roknya itu diterbangkan angin >.<
- ngeliat penumpang motor lain yang dibonceng dan memakai celana panjang yang terlalu bawah sedangkan baju atasannya terlalu keatas sehingga jeroannya kemana-mana *no comment*
yang membawa motor ngebut karena jalanan kosong - Potensi mata perih karena kena asap knalpot dan angin kencang dari arah depan. Solusinya adalah pakai kacamata/helm tutup.
- Potensi masuk angin karena jaket terlalu tipis. Solusinya adalah merapatkan badan ke suami. Hal ini dirasakan sangat efektif, selain itu dapat menambah keharmonisan dalam rumah tangga

- Kalau ternyata motor yang dinaiki adalah motor ojeg, maka selalu bilang ke abang ojegnya supaya berhati2, kalau perlu ceritakan tentang kecelakaan motor yang pernah dilihat supaya abangnya inget terus, sediakan uang pas kalau engga suka nggak ada kembaliannya *pfff*. Oia, jangan naik ojeg yang abangnya kelihatannya MABOK!
- Selau sediakan jas hujan
- Berhati-hati terhadap rambu-rambu jalan dan petugas lalu lintas
*artikan sendiri yah* Sediakan duit pecahan dalam nominal 10ribu, 5 ribu serta 20ribuan- Sediakan tissue bagi yang sedang flu dan obat tetes mata untuk meredakan iritasi akibat asap polusi yang jahat
KRL :
Ekonomi Biasa
- Untuk penumpang KRL ekonomi biasa, bersiap2lah berebutan bahkan walaupun keretanya sudah penuh, peron arah Jakarta selalu nampak seperti rebutan sembako.. Tingkat rebutan KRL ekonomi adalah tingkat dalam level terparah sehingga Anda berpotensi terdesak, kehilangan bros yang menempel di baju/jilbab Anda, kehilangan barang berharga, kejepit, jatuh, tergilas dan keadaan tragis lainnya yang terlalu mengerikan untuk saya ceritakan disini.
- Tidak perlu menggunakan parfum apalagi parfum mahal karena baunya akan hilang dengan sekejap. Percayalah pada saya…
- Peron kereta balik arah Jakarta pun berebutan. Terutama jika kereta hanya terdiri dari 1 set ( 4 gerbong) di mana normalnya adalah 2 set.
- Akan sering beristighfar apabila :
- Melihat penumpang dengan baju tipe minimalis berdiri di depan Anda, kemudian sebagian dari badannya yang harusnya tertutup terlihat dengan jelas ketika dia mengangkat tangannya untuk pegangan ke atas
- Ketumpahan bekal/minum penumpang lain yang diletakkan di rak tas di atas Anda
- Terjepit dalam himpitan kereta ekonomi
- Harus menunggu lama karena di susul kereta Express
- Terganggu apabila ada yang ketiduran di bahu Anda dengan nyenaknya
- Terinjak gerobak asongan - Potensi ke tukang urut lebih besar, karena pegal; ngilu akibat berdiri terlalu lama serta sering kesemutan karena terinjak orang dalam waktu yang cukup lama
- Potensi varises pada kaki lebih besar
- Siapkan tissue untuk keperluan berikut ini : ada yang merokok dan asapnya sampai ke Anda, ada yang sedang flu, Anda sedang flu, mengusap keringat, apabila musim hujan datang ; maka tissue fungsinya adalah untuk mengeringkan bangku kereta yang basah karena air hujan masuk melalu jendela yang bolong T_T
- Tips :
- jangan pakai alas kaki dengan hak > 5 cm, berbahaya untuk si pemakai dan penumpang lain
- jangan lupa mencukur rambut ketiak, hal ini penting apabila Anda sering berdiri dan senang memakai baju dengan lengan pendek *kecuali Anda ingin jadi pusat perhatian atau trend-setter! hihihi
- Pastikan retsleting dan kancing tertutup dengan baik - Berdoa sebelum loncat ke dalam kereta. Kenapa saya bilang loncat? Karena para penumpang kereta balik lebih tepat dibilang "loncat" dari pada "jalan" ke dalam kereta.
- Selalu waspada - bukan saja terhadap copet - tetapi tempat duduk kosong bisa tersedia kapan saja. Pada kereta balik, apabila satu orang penumpang turun, maka penumpang yang berdiri akan berebutan menuju tempat duduk yang kosong
- Pada kereta balik yang kosong, bagi penumpang yang turun, tunggulah hingga penumpang selesai naik, karena kalau Anda nekat turun sebelum penumpang selesai naik, Anda akan kembali terdorong ke dalam T_T
- Pastikan bahwa itu kereta dengan jurusan yang Anda inginkan, karena petugasnya suka salah T_T *bokkk gue dan penumpang lain nyusruk ke bogor*
- Keajaiban KRL ekonomi, apabila sudah terlihat penuh masih tetap dimasuki banyak penumpang. Inilah daya magis dari KRL ekonomi
- Dan walaupun penuhnya tak terkira, masih saja ada pedagang, pengamen dan pengemis berkeliaran di dalam kereta… Pedangan bros dan barang 1000-an adalah mayoritas dalam KRL ini
- Terakhir, saya mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang baik di stasiun Dukuh Atas, para petugas selalu saling mengingatkan apabila penumpang belum selesai turun dari KRL, maka masinis tidak diberi izin jalan. Kami juga selalu disambut dengan lagu2 terbaru dari dalam negeri. Rasanya seperti baru landing dari pesawat saja dan masuk ke dalam bandara. Hihihi

Ekonomi AC :
- Nasib para penumpang KRL ini lebih baik dari pada penumpang ekonomi biasa, tidak terlalu rebutan
- Potensi kena asap rokok kecil
- Potensi masuk angin besar, karena selain menggunakan AC, KRL jenis ini juga menggunakan kipas angin untuk distribusi AC yang lebih baik ^_^
- Gunakan jaket yang cukup nyaman
- Tidak selamanya bebas pedangan asongan atau pengamen, tetapi pengamen pada kRL jenis ini pakaiannya seperti mahasiswa - rapi dan bersih. Pedagang klappertaart, makaroni panggang dan permen adalah mayoritas dalam KRL ini
- Pastikan Anda membeli karcis, karena karcis selalu diperiksa
- Sediakan koran kalau-kalau Anda tidak kebagian tempat duduk. Emperan selalu nyaman
- Potensi iritasi mata disebabkan AC dan kipas Angin di sekitar Anda
- Dapat dengan mudah meminjam koran kepada bapak-bapak di sebelah Anda *hihihi*
- Bisa tidur tanpa keringetan

Ekspress AC
- Datang lumayan tepat waktu dan tiba di tujuan lumayan tepat waktu
- Harga tiket akan membuat kantong Anda menjerit tidak karuan
- Kadang kala berebutan juga *level rebutan lumayan parah saat jam pulang kantor* dan berdiri dapat terjadi kepada Anda
- Penumpang duduk sering kali diusir oleh pengguna abudemen atau penumpang yang beruntung mendapatkan karcis dengan nomor tempat duduk
- Kereta ini baik bgt karena sering ditahan apabila masih ada penumpang yang masih mau masuk *soalnya kdg jalan menuju stas mached dan kereta berikutnya masih sekitar 1,5 jam lagi >.< *
- Penumpangnya nyaris semua adalah pekerja kantor
Info ini ditulis bukan dengan maksud menyinggung perasaan siapapun. Penulis hanya mengamati dan menulis berdasarkan pengalaman sehari-hari saja. So, mau pilih yang mana? Monggo…
Analisis Anda cukup hebat… Setidaknya layak untuk dipajang di media ternama….(halah)… Rasanya saya ingin menambahkan…
Indahnya naik angkot, mobil, pesawat dan kapal laut…
Comment by Permata wulandari — May 28, 2008 @ 3:19 am
Saya tambah tipsnya khusus untuk KRL ekonomi non-ac a.k.a. KORNED MANUSIA (Apalagi nyebutnya? manusia didesek2in dalam kaleng raksasa)
1. Kalau anda naik dari stasiun pemberangkatan pertama sementara tujuan anda bukan stasiun terakhir, pastikan anda ambil tempat di samping calon pintu keluar anda. Duduk? bukan! Berdiri! Percayalah bila posisi berdiri kita di situ, berdiri cukup nyaman karena bisa senderan… jauh lebih baik daripada duduk tapi kegencet2 lutut orang.
2. kalau anda berhati mulia, MEREBUT TEMPAT DUDUK Di awal anda Masuk kereta SANGAT PENTING!!! Kenapa? Karena banyak Laki2 bego brengsek yang nggak mau ngasih tempat duduknya ke orang yang lebih membutuhkan. Lebih baik kita ‘mengamankan’ tempat duduk itu untuk kita berikan nanti di statsiun berikutnya bila terlihat ada yang lebih membutuhkan (SERIUSS!!)
Comment by Rahmada — May 28, 2008 @ 4:09 am
hahaha..yang nomor satu cuma berlaku untuk orang yang tinggi..kalau yang kurang tinggi kaya saya sih nyaman2 aja, Ko
Comment by wirda — May 28, 2008 @ 4:20 am
Kereta Ekspres AC….teteup. Mahal? 8000 rupiah sekali jalan, 16.000 PP. Yup, lebih mahal 6000 rupiah dibanding naik bus AC. Tapi menguntungkan dari sisi:
1. Hemat bensin motor suami yang tiap hari nganterin. Jarak dari rumah ke tempat bis AC 2x lebih jauh ketimbang ke stasiun. Di masa BBM mahal seperti ini, tentunya sangat membantu sekali
2. Hemat biaya ganti suku cadang motor, mengingat kondisi jalan Cipadu yang lubangnya bisa bikin ibu hamil tua seketika melahirkan
3. Lebih sehat, penumpang Ekspres AC dijamin ga ada yang merokok. Kalau pun ada, mari disemprot rame-rame
4. Hemat waktu. Total waktu tempuh dalam sehari sekitar 2 jam (bisa lebih kalau kereta terlambat), tapi jarang sekali sampai 3 jam dalam sehari. Naik bis? 3 jam itu waktu sekali tempuh. Jadi bisa menghemat waktu sekitar 4 jam sehari. Bisa berangkat lebih siang (maaf), tapi sampai di jam yang sama. Bisa mandiin anak, nyuapin makan, dll dll coz sampe rumah di malam hari, biasanya si krucil sudah lelap di alam mimpi T_T
5. Lebih aman, insyaallah. Sejauh ini tidak ada copet ato jambret di KRL. Lagi pula, pintu dan jendela kereta ekspres selalu tertutup rapat. Jadi pikiran paranoid kalau tiba-tiba ada maniak yang hobi melempar orang dari kereta bisa disingkirkan jauh-jauh
6. Penumpangnya lumayan “beretiket”. Setidaknya ibu hamil selalu diberi duduk, kalau ga dikasih, ya mari “sindir” satu penumpang cowok yang tentunya ga bakal hamil. Ada juga penumpang yang rupanya tidak tegaan melihat seorang ibu kepayahan bawa tas tiga biji, nguber kereta, jadi dikasih duduk deh
7. Ikatan kekeluargaan dan pertemanan sesama penumpang. Karena penumpang kereta ya itu-itu saja, seringkali obrolan sepele berujung pada silaturahim. Bahkan suatu sore, saya pernah nguping (tanpa sengaja, lha wong di sebelah saya persis), dua penumpang yang saling share trik marketing hihihi
8. Insyaallah ga ada pemogokan kereta. Waktu pegawai KAI rame-rame mogok pun, KRL tetap berjalan.
9. Mengingat kadar narsis yang cukup tinggi, saya bisa foto-foto di kereta tanpa dipandang aneh atau kuatir mendadak ada yang main jambret
Ga enaknya KRL Ekspres:
gara-gara BBM naik, sepertinya orang-orang pada mau naik Ekspres juga deh. bakal makin susah kompetisi perebutan tempat duduk T_T
Comment by nYam — May 28, 2008 @ 8:20 am
dasar mba Ni’am masa foto2 seeech
Comment by wirda — May 28, 2008 @ 8:25 am
eh ga tau yah, kapan itu ada yang bawa DSLR booo….keren gilak. yg bawa juga keren, tampangnya macam david cook gitu hihihi. and i met him couple times……kereeen
*tarik nafas, inget2 dah punya buntut di rumah*
Comment by nYam — May 29, 2008 @ 9:23 am
terima kasih, and sudah mengamati dengan baik. Tapi setidaknya, naik kereta lebih aman dan nyaman dibandingkan naik angkutan umum lainnya. Murah, nyaman dan cepat kalo nggak ada gangguan perjalanan
Comment by YOS — December 18, 2008 @ 4:56 am