Waspada Setiap Saat
Assalamu’alaikum wr wb
Kisah ini terjadi semalam, ketika saya dalam perjalanan pulang ke rumah. Semoga dengan adanya kisah ini, teman2 lebih berhati2 dan semoga tidak mengalami hal mengerikan seperti yang saya dan suami alami.
Kemarin malam saya pulang telat dan kebetulan dijemput suami dan pulang setelah maghrib. Dalam perjalanan tidak ada perasaan apapun bahwa akan mengalami kejadian yang tidak mengenakkan. Ketika sampai di daerah pasar, ada seorang naik motor, dan menanyakan arah jalan kepada suami. Suami menjawab dan melanjutkan perjalanan. Orang tersebut berkendara di belakang kami.
Tak lama kemudian orang tersebut sudah berada di samping motor kami dan mengatakan “telpon” berkali-kali. Karena tidak mengerti maksud org itu, kami santai saja dan melanjutkan perjalanan.
Tapi kemudian orang itu mencegat kami lagi dan mengatakan “telpon” sambil menggerak2an tangannya ke telinganya menggambarkan symbol telepon. Akhirnya kami memutuskan untuk menghindar dari dia.
Tp dia nekat bgt, dia menyalib kami dan menghalangi motor. Suami langsung buang setir ke kanan. Dan saya berfikir dia akan berhenti mendadak. Jadi saya bilang ke suami, supaya menjaga jarak dan mengambil kanan. Benar saja, orang nekat itu berhenti di tengah jalan, menghalangi kami sambil teriak2 telepon. Akhirnya suami tancap gas sekencang2nya.
Kami masuk ke jalan kecil, suami pikir sudah aman, tapi ternyata dia tepat ada di belakang kami. Alhamdulillah kealingan angkot, jadi kami segera belok menghindari dia. Di tengah pelarian itu, bensin motor nyaris habis, mau tidak mau kami menepi untuk isi bensin sekaligus menghilangkan jejak. Keluar dari pom bensin, kami lihat2 khawatir dia menunggu. Saat itu tiga hal yg saya pikirin : 1. Saya mo jadi ibu rumah tangga aja. 2. Saya bersyukur dia punya keahlian mengemudi 3. Saya mau kasih kbr ke org entah siapa pun.
Akhirnya setelah uber2an panjang, alhamdulillah kami sampai dg selamat. Dan saya jadi rada takut skrg kalau keluar malam. Astaghfirullah..semoga Allah selalu melindungi kami. Amiin
Buat rekan2 selalu waspada..
untung sudah menikah mbak.klo belum gimana?. sehingga ada yang menjaga dan mendampingi. jadi waspadalah ..
Comment by abiyasa — June 17, 2008 @ 10:08 am
iya nih Bung Abi…serem bgt T_T
Comment by wirda — June 18, 2008 @ 6:11 am
wah untung wirda sudah jarang menggunakan istilah aa’ lagi ya..
( komen nya ga ada hubungannya sama postingannya) “pengin jadi ibu rumah tangga aja”
Comment by hanafi — June 20, 2008 @ 2:13 pm