Hidup Ini Indah

October 14, 2008

Pagi yang Mengejutkan - Bagian II

Filed under: Curhat

Setelah makan tupat sayur - plus rasa mual yg tak terkira - hubby minta ditemenin potong rambut. Sebenernya sih dia ga minta ditemenin, cuma minta duit doang buat bayar potong rambut, coz dia lagi2 ngga bawa dompet T_T

Berhubung gw juga males belanja di pasar (oia, lupa ngasi tau, tukang potong rambut kiosnya di pasar), yaw dah gw tungguin aja dia. Lumayan khan adem, ada AC-nya…

Begitu masup… Jreeeeeeeng… Beneran deh, kaget :D Tempatnya ber-AC, tapi kok kiosnya ‘takjub banget’. Dinding atasnya berlumut, kacanya banyak sarang laba-labanya. Pas mata gw beralih ke tempat cucian rambut…aduuuhh, ngeri bgt, tu papannya udah lapuk dan bobrok dan kayanya tu tempat ngga pernah disapu deh T_T ada lilin bekas di meja kasir nya.

Alhamdulillah lantainya keramik kayanya baru :D Mmm, yang bikin rada kaget lagi, pas abis dicukur, tu muka kan di seka biar bersih dari rambut-rambut pendek bekas cukuran, naaaah disekanya pake busa, tapi busanya unik, yang sepengamatan gw tuh kayanya bekas congkelan busa sofa yang udah nggak kepake. T_T

:P Sbnernya pelayanannya lumayan enak, cuma tempatnya rada kurang nyaman klo buat gw. Gw ampe mikir, apa ini satu-satunya tukang cukur rambut di sini yak… Laku buanget loch.

Lagi sibuk "mengamati" keadaan sekeliling, tiba-tiba hubby ngomong gini, "kamu masih mending, makan ketupat td ada kecoaknya..Lha temenku, makan kue bantal, di dalemnya ada cicaknya."

Gw lgsg ngedumel dlm hati, "iiihh nggak membantu sama sekali, malah ga bikin gw ngerasa lebih baek.."

Anyway, besok-besok gw ngga mau ikutan ke tukang cukur rambut lagi.

Pagi yang Mengejutkan - Bagian I

Filed under: Curhat, Jalan-jalan

Sabtu kemaren, gw ngajak hubby sarapan di luar. Tadinya sih niat cari makan di sekitar komplek, tapi hubby ngusulin makan ketupat sayur di luar komplek. Ga sampe 10 menit - kira2 - nyampe juga di tempat. Untungnya gak ngantri coz gw dah kelaperan buanged, segera aja mesen 2 piring.

Seperti biasa, gw misahin sayur dari ketupatnya. Pas baru mau preambule mau makan, jreeeeeeeng………spontan gw teriak, " Aaaaaaaaaaaaaahhh…"

Si penjual langsung kaget, "Knapa..knapa? Kepedesan ya? Sori sori…" Hubby gw jg lgsg kaget. Gw cuma nyerahin piring ke depan hubby dan penjual sambil bilang, " There’s a cockroach in my plate!!" Sambil berasa eneg buanget. Hubby langsung bilang pelan2 ke penjualnya, " Nggak, ini lho, ada kecoa di piring…"

Penjualnya lgsg shock, " Aduh maap ya, kok bisa masuk sih… Ntar diganti deh. Maap ya.."

Gw, "Sebodooooo.. eneg" (tapi dalem hati doang) T_T

October 8, 2008

Gubraaaaaaaaak

Filed under: Curhat, Jalan-jalan

Pagi tadi, sehabis sholat subuh, gw jalan2 pagi sama yayang gw, sekalian belanja. Pulangnya, gw muterin komplek. Udara sejuk dan kendaraan belom ada yg lewat. Sepi banget, sampe2 kedengeran orang lagi sarapan dan sendok-garpu nya beradu dengan piring. Gw sangat amat menikmati udara dan suasana pagi tadi. Ditikungan, gw belok ke kanan, sambil ngeliat-liat pemandangan halaman rumah orang. Tiba-tiba.. jreeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeng… ada cowok (tampak belakang), cuma make cedal doang (celana dalem) lagi ngejemur daleman dia T_T refleks gw nengok ke arah yayang sambil ngegandeng tangannya dan histeris nyebut "astaghfirullah"…

Yayang langsung buang muka pas gw nengok ke arahnya - kayanya pura2 ga ngeliat gitu. Tapi pas udah jauhan dikit dia komplain, "kamu kenceng banget ngomongnya…seolah2 kalimat itu ditujukan ke dia.."

Dalam hati gw ngemeng, "Whaaaaaaaaaaaaaat… seolah2??!! Plis deh, emang itu buat tu orang.. Emang buat syapa lageeeeeeeee honeeeey? "

October 7, 2008

Akademi Keimanan

Filed under: Renungan, Islam

Tulisan ini terinspirasikan oleh tulisan suamiku yang ga sengaja ku baca di foldernya.. Aa menulis tentang beramal dan juga doan-doanya. Di suatu paragraf, Aa mengatakan tentang Ramadhan. Aa menulis dua kata yang ku garis bawahi - yakni AKADEMI RAMADHAN.

Setelah membaca tulisannya, pikiranku jadi terbuka. Sahabat, Ramadhan adalah benar sebuah akademi, sebuah tempat pembelajaran yang singkat dan padat, di mana kita diuji dengan banyak hal, bukan saja ujian bagi fisik kita tapi juga bagi ruhiyah kita.

Mungkin sahabat masih ingat, bagaimana rasanya waktu pertama kali duduk di bangku kuliah. Exicted, H2C dan segala perasaan berkecamuk. Kemudian di tengah kuliah, kita dihadapkan pada UTS dan UAS belum lagi segala quiz dadakan dan juga sidang kelulusan. Sama dengan Ramadhan.

Semua keriangan dan kecemasan itu berawal sebelum Ramadhan tiba. Kemudian berlanjut dengan tantangan yang besar di bulan Ramadhan itu sendiri. Namun, apabila Ramadhan telah usai, apakah itu berarti kita telah lulus ujian? Tidak begitu menurut ku.

Sahabat, hidup adalah proses pembelajaran. Dan kita akan selalu dituntut untuk belajar, hingga ajal menjemput. Ramadhan adalah bulan proses perbaikan diri. Ketika Ramadhan usai, kita dihadapkan pada tantangan yang lebih besar lagi, yakni menjaga konsistensi ibadah kita sama seperti kita beribadah di bulan seribu bulan itu. Kemudian jika Allah mempertemukan

kita kembali kepada bulan penuh ampunan itu, maka satu anak tangga untuk dinaiki terpampang di depan kita. Saat kita dipertemukan dengan Ramadhan berikutnya lagi, maka semakin tinggi kelas yang kita naiki, seharusnya semakin banyak ilmu yang kita miliki dan semakin rendah hati kita dalam menjalankan hidup ini.

Sahabat, marilah kita berdoa, agar Ramadhan tahun ini, dapat menjadikan hidup kita lebih baik dan ibadah kita semakin berkualitas. Semoga apa yang kita kerjakan di bulan Ramadhan ini, menjadi satu pondasi kuat bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Astaghfirullah…Astaghfirullah…Astaghfirullah…
Mohon maaf atas kekhilafan dan kesalahan ku, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

October 6, 2008

Pertanyaan di Alam Nanti

Kemarin, tiba-tiba aku jadi inget tentang pertanyaan-pertanyaan di dalam kubur, ketika kita meninggal nanti… Pertanyaan pertama, tentang Tuhan - kita akan ditanya, siapakah Tuhan kita. Pertanyaan berikutnya, tentang Nabi - kita akan ditanya, siapakah Nabi kita.

Kemudian, setelah kita mati dan mendapatkan kedua pertanyaan tersebut, dihisablah kita oleh Sang Khalik. Sebuah pertanyaan muncul, bagaimanakah sholat kita.

Di akhir tulisan ini, marilah kita menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut…

October 3, 2008

Bersyukur dan Bersyukur

Filed under: Uncategorized, Curhat

Duluuuuuuuuuuu…aku sempat bosen dengan tampilan blogku. Tapiiiiiiii, hari ini, setelah aku "berhasil" on line dari rumah, aku sangat bersyukur. Justru dengan tampilan blog yang "seadanya", blog ini cepet banget di bukanya :D dan ga lemot kaya blog2 yang laen *muuph* emoticon Soalnya koneksinya cuma 52 Kbps :P

Lucu ya, ku pikir, cuma pengalaman hidup yang gimana gimanaaa gitu yang ngajarin kita bersykur, tapi ternyata koneksi internet yang 52 Kbps juga bisa ngajarin kita untuk selalu bersyukur.

October 1, 2008

Hari Kemenangan dalam Hidup

Filed under: Curhat

Banyak orang mengartikan lebaran dg caranya sendiri2. Begitu pula aku,lebaran kali ini punya arti khusus. Tahun ini,aku sudah ga serumah dg mama. Tahun ini pula, aku mengandung tuk pertama kalinya. Ramadhan ku lalui dg penuh harap dan cemas. Penuh harap agar aku mampu puasa dg baik,serta cemas kesiangan bangun sahur :p alhamdulillah,aku dpt menjalankan Ramadhan dg baik.
Temans, pd hari ini izinkanlah aku mengucap: selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir batin :-)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M