Hidup Ini Indah

November 14, 2008

Ia Akan Menjadi Abi yang Hebat :-)

Filed under: Cinta, Curhat, Aa, pernikahan

Suamiku adalah seorang pekerja keras - di kantor dan di rumah. Di kantor ia dedikasikan semua yang ia miliki, agar seluruh tugasnya selesai sebaik-baiknya. Di rumah, ia adalah orang yang lembut dan paling sabar yang pernah aku kenal. Dia tak segan membawakan ku segelas susu sebelum tidur, mengusap-usap punggungku ketika tidur, menyiapkan kaset-kaset tilawah untuk si dd bayi, mengajak si dd berdoa dan bahkan ia mau membantuku melakukan pekerjaan rumah tangga. Aku yakin, ia akan menjadi abi yang hebat.

Suatu ketika, ia pulang cukup malam. Jujur saja, aku gelisah nggak karuan. Beberapa sms dan telepon dariku hanya untuk sekedar menanyakan kapan ia akan pulang. Padahal biasanya juga ia sering pulang malam. Tapi hari itu aku benar-benar khawatir padanya. Tiba-tiba sebuah sms masuk ke HP ku, " Kalau aku udah kerja lewat jam 5, yang aku pikirkan hanya kalian berdua, ga ada yang lain :-) " Aku jadi sedih, sms dan telepon dariku mungkin sudah mengganggu konsentrasinya.

Ada kejadian lucu. Waktu itu tendangan si dd bayi di dalam rahimku belum terlalu kuat. Tendangan si dd belom bisa dirasakan suami. Si dd sering sekali menendang dengan frekuensi yang cukup sering, sampai aku merasa geli dan tertawa. Suatu ketika aku tertawa cukup kencang, tapi suami malah bertanya, "Kenapa? Sakit ya, perutnya?" :D Hihi, pertanyaan yang aneh bukan? :-) Akhirnya, pada suatu hari, ku ambil genggaman tangannya dan ku letakkan di perutku. Si dd menendang dengan keras dan suamiku kaget sekali saat merasakan tendangan pertama. Aku tersenyum melihat ekspresi wajahnya. Hari itu aku jadi perempuan paling bahagia di dunia, karena aku melihat kebahagiaan di wajah suamiku, saat si dd menendang dan suami pun bisa merasakan tendangannya.

Semoga anak ini menjadi anak soleh yang membuka pintu rahmatNYA untuk kedua orang tua dan keluarganya. Semoga Allah meberkahi keluarga kami dan membukakan pintu rezeki untuk keluarga ini dan menjadikannya keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Amiin.

Btw,pembaca, kira-kira apa ya, panggilan yang cocok untukku? Ibuu/ummi/mama/mami/mommy/mom/bunda/bunbun? Atauuu ada usulan lain? Semua panggilan itu bagus, sampai-sampai aku bingung :D

Dd di perutku menendang-nendang lagi. Mungkin ia ingin main dengan Abi-nya. Sabar ya, nak, Abi-mu masih lelah dan butuh istirahat. Nanti siang kita jalan-jalan ya :-)

Bukan sekedar asisten

Filed under: Curhat

Heni namanya. Pertama kali aku ketemu dia sekitar sebulan lalu. Waktu itu aku butuh asisten rumah tangga dan kebetulan dia adalah salah seorang dari pencari posisi tersebut.

Semua bermula dari keputusanku berhenti kerja. Alhamdulillah, akhirnya aku bisa memenuhi keinginan suami, untuk menjadi full time wife. Aku juga sudah siap, kalau ternyata harus mengerjakan semua pekerjaan rumah sendirian. Karena toh sebenarnya sedari kecil aku sudah terbiasa. Ketika SD, memasak bukanlah sesuatu yang baru untukku. SMP, aku selalu menyetrika seragamku sendiri karena aku tinggal di rumah nenek.

Rezeki memang tidak kemana… Menjelang detik-detik pengunduran diri, dokter menyatakan aku positif hamil :-) Suamiku, memang sudah dari dulu mengatakan tidak apa-apa pakai asisten selama dia tidak menginap. Tapi aku besikukuh nggak mau pake, paling nggak sebelum hamil besar aku masih sanggup lah.

Tapi ternyataaaa, apa daya :D aku nggak sanggup tuh yang namanya nyetrika, nyapu dan ngepel.
Rasanya badan capek banget dan ga kuat. Mulailah aku panik cari2 asisten. Sampai akhirnya datang si Heni itu.

Dari kesan pertama, aku langsung cocok dan akhirnya dia mulai bekerja di rumah kami keesokan harinya. Orangnya enak diajak bicara. Alhamdulillah dia bisa baca tulis dan gesit banget dalam bekerja.

Untuk aku, dia bukan sekedar membantu-bantu di rumah, tapi juga kadang-kadang jadi temen ngobrol. Kami ngobrolin mulai dari masakan, jamu sampai terakhir berita yang paling hot tentang Syekh Puji :D

Heni memang ngebantu banget di rumah. Berkat dia, lantai jadi kinclong dan baju-baju jadi licin. Selain itu, aku juga jadi punya temen ngobrol di rumah. Biasanya kan kalo mau ngobrol, kudu sms/chatting/e-mail atau sore-sore ngumpul sama ibu-ibu.

Setelah ada Heni, tugas-tugas kampus dan juga bolak-balik senam dan pijet… Ku akui akhir-akhir ini aku nggak terlalu sering lagi OnLine. Mungkin karena sekarang sudah "rada" sibuk kali yeeee… ceileeee :D






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M