Ia Akan Menjadi Abi yang Hebat :-)
Suamiku adalah seorang pekerja keras - di kantor dan di rumah. Di kantor ia dedikasikan semua yang ia miliki, agar seluruh tugasnya selesai sebaik-baiknya. Di rumah, ia adalah orang yang lembut dan paling sabar yang pernah aku kenal. Dia tak segan membawakan ku segelas susu sebelum tidur, mengusap-usap punggungku ketika tidur, menyiapkan kaset-kaset tilawah untuk si dd bayi, mengajak si dd berdoa dan bahkan ia mau membantuku melakukan pekerjaan rumah tangga. Aku yakin, ia akan menjadi abi yang hebat.
Suatu ketika, ia pulang cukup malam. Jujur saja, aku gelisah nggak karuan. Beberapa sms dan telepon dariku hanya untuk sekedar menanyakan kapan ia akan pulang. Padahal biasanya juga ia sering pulang malam. Tapi hari itu aku benar-benar khawatir padanya. Tiba-tiba sebuah sms masuk ke HP ku, " Kalau aku udah kerja lewat jam 5, yang aku pikirkan hanya kalian berdua, ga ada yang lain
" Aku jadi sedih, sms dan telepon dariku mungkin sudah mengganggu konsentrasinya.
Ada kejadian lucu. Waktu itu tendangan si dd bayi di dalam rahimku belum terlalu kuat. Tendangan si dd belom bisa dirasakan suami. Si dd sering sekali menendang dengan frekuensi yang cukup sering, sampai aku merasa geli dan tertawa. Suatu ketika aku tertawa cukup kencang, tapi suami malah bertanya, "Kenapa? Sakit ya, perutnya?"
Hihi, pertanyaan yang aneh bukan?
Akhirnya, pada suatu hari, ku ambil genggaman tangannya dan ku letakkan di perutku. Si dd menendang dengan keras dan suamiku kaget sekali saat merasakan tendangan pertama. Aku tersenyum melihat ekspresi wajahnya. Hari itu aku jadi perempuan paling bahagia di dunia, karena aku melihat kebahagiaan di wajah suamiku, saat si dd menendang dan suami pun bisa merasakan tendangannya.
Semoga anak ini menjadi anak soleh yang membuka pintu rahmatNYA untuk kedua orang tua dan keluarganya. Semoga Allah meberkahi keluarga kami dan membukakan pintu rezeki untuk keluarga ini dan menjadikannya keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Amiin.
Btw,pembaca, kira-kira apa ya, panggilan yang cocok untukku? Ibuu/ummi/mama/mami/mommy/mom/bunda/bunbun? Atauuu ada usulan lain? Semua panggilan itu bagus, sampai-sampai aku bingung
Dd di perutku menendang-nendang lagi. Mungkin ia ingin main dengan Abi-nya. Sabar ya, nak, Abi-mu masih lelah dan butuh istirahat. Nanti siang kita jalan-jalan ya
Wah.. pasti abi nya bangga punya istri sehebat engkau wir… salam buat abi nya ya…
Comment by hanafi — November 17, 2008 @ 2:31 pm
Ummi aja kak wirda….wah cocok kan abi and ummi heee
Comment by Memi — November 20, 2008 @ 1:59 am
Sbnernya pinginnya dipanggil mami
khan ujungnya sama2 huruf “i”
Comment by wirda — November 26, 2008 @ 2:51 am