Aku ingin sekali kuliah S2. Selain jadi Ratu Rumah Tangga (RRT), salah satu cita-citaku adalah meneruskan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Namun ketika dihadapkan kepada kenyataan, bahwa beberapa hal tidak memungkinkan aku untuk melanjutkan kuliah, aku pasrah
Begitu pun ketika akhirnya aku memiliki tripple job. Sebagai dosen freelance, pegawai swasta, dan freelance technical writer(TW), dalam sekejap membalikkan tangan, semua hal berubah. Demi keluarga aku berhenti bekerja, memenuhi permintaan suami untuk menjadi full time wife. Alhamdulillah, suami tidak keberatan aku menjadi freelancer. Untuk mengisi waktu luang, aku berharap masih dapat menjadi dosen freelance dan freelance TW, tapi kembali aku dihadapkan pada kenyataan, yang sempat membuatku down beberapa hari. Jadwal mengajar yang kurang cocok, membuatku harus benar-benar berhenti dari kegiatan yang paling aku cintai itu. Tapi itu semua akhirnya ku terima dengan lapang dada.
Hari ini, aku chat dengan salah seorang adik kelas. Foto terbarunya di tampilan Yahoo! Messenger menarik perhatianku. Obrolan berlanjut hingga aku melihat-lihat foto-foto terbaru lain miliknya di salah satu situs pertemanan.
Di salah satu albumnya, ada sebuah foto dengan judul namanya dan gelarnya. Usut punya usut, ternyata dia sedang thesis. Foto-fotonya sangat menyenangkan untuk dilihat. Begitu jelas menampakkan sinar kebahagiaan di matanya, hingga aku yakin se-yakin-yakinnya, bahwa dia sangat senang bekerja di tempatnya sekarang
Raut wajahnya semakin cantik, dihias senyum yang tulus. Entah mengapa, ada satu kebahagiaan melihat foto-foto tersebut.
Sepintas teringat olehku, "masa-masa kejayaan" dan "masa-masa narsis" sewaktu aku masih berkutat dengan pekerjaan-pekerjaanku. Walaupun pada masa itu, mungkin penghasilanku tak seberapa, namun saat itu aku sangat senang dengan pekerjaanku itu. Membuatku "kaya" dengan kawan-kawan yang berenten, dengan kesibukan yang seabreg dan nyaris sempurna. Sempurna menurut ukuran hatiku
Menjelang akhir pembicaraan, aku bertanya kepadanya, apakah dia senang bekerja di tempatnya yang sekarang. Dia katakan bahwa dia sangat senang. Kemudian aku katakan, "semoga thesisnya cepet kelar dan diwisuda. aku ga bs S2, makanya aku seneng bgt klo adik2 kelasku pada S2 dan sukses2, apalagi yg cewek2". Setelah itu, pembicaraan pun berakhir.
Laluuuuu, apakah sekarang aku menyesal dengan kehidupanku yang sekarang? Tidak
Aku merasa hidupku semakin sempurna setelah bertemu dengan belahan hatiku ini. Aku telah menemukan jawaban dari doaku lewat dirinya - Insya Allah.
Terusss, apa dong maksudnya postingan ini? Aku hanya ingin mengatakan, bahwa senyuman yang tulus, dapat membuat orang lain ikut bahagia. Mungkin pembaca ada yang kenal Afridian? Dialah yang aku maksud dalam postinganku kali ini. Hari ini, dia memberi inspirasi untukku, bahwa senyuman tulus itu membahagiakan orang lain, bahwa mencintai pekerjaan akan membuat kita bekerja lebih baik lagi, bahwa ukuran kebahagiaan pada tiap-tiap orang sangat berbeda.
Thanx Dhay