Hidup Ini Indah

February 21, 2009

Mimpi yang Menegurku

Filed under: Curhat

Hari dimulai ketika Pak Amri mengumpulkan kami di sebuah ruangan. Ada Pak Yohanes juga.

Tiba-tiba aku ketitipan 3 orang adik sepupu yang masih kecil dan seorang keponakan. Keponakan ku ini super aktif banget. Karena terlalu aktif, kadang sampai berulah dan semua orang rumah sering mengatakan bahwa dia nakal. Image nakal menempel di kepalanya, sehingga dia makin sering berulah. Ketika dia dititipkan kepadaku, perlu waktu yang lama untuk meyakinkan dirinya bahwa ia tidak ‘nakal’. Ketika ia mulai berulah, ku pegang tangannya dan ku diamkan dia, sambil mengatakan bahwa dia anak soleh dan tak boleh melakukan hal yang baru saja dia lakukan.

Setelah berapa lama, akhirnya dia mulai berubah sedikit. Namun apa daya, ketika ia kembali ke rumahnya, seluruh anggota keluarga selalu mengatakan dia nakal.

Kemudian aku berbicara komat-kamit, entah apa isi kalimatku. Kemudian aku bernyanyi dengan sangat lantang. Tiba-tiba saja di telingaku terdengar suara setengah berbisik yang membuatku takut. Kemudian aku mendengar tawa di tengah malam!

* * *

Aku terbangun. Ternyata itu suara Abi yang membangunkanku. Abi bilang aku mengigau sampai ketawa-ketawa sendiri. Suaraku serak seperti benar-benar habis menyanyi.

Semalam suamiku pulang larut karena ada pengajian yang harus dihadiri. Kebetulan tempatnya agak jauh. Sambil menunggunya pulang, aku tidur-tiduran di kasur, sampai akhirnya aku mengantuk dan tertidur.

Mimpi yang aneh… Mimpi yang kemudian membuatku terjaga dan kemudian berfikir. Apakah ini cara Allah menegurku…?

Sambil terjaga, di dalam hati aku berkata…
” Maafin bunbun ya, de… Tadi sebelum tidur, bun lupa mengajak kamu berdoa. Jadinya begini deh, tidurnya nggak nyenyak. Biasanya kita bertiga selalu berdoa kan, sebelum tidur. Entah bunbun atau abi yang mengajari kamu berdoa. Tapi tadi bunbun lupa ya…? ”

Akh, aku jadi malu. Lupa mengajak anakku berdoa malam tadi. Tapi karena mimpi semalam pula, aku jadi berdoa, semoga aku selalu dapat mengasuh anakku dengan tanganku sendiri. Bukan dititipkan atau ketemu pagi dan malam saja. Sebisa mungkin, aku tidak mau anakku diasuh dengan standar ganda.. Seperti ponakan dalam mimpiku itu, yang selalu dicap nakal sehingga ia menjadi nakal beneran. Sementara aku tidak ingin memanggilnya dengan sebutan anak nakal.

Ya Allah, Ya Rahman, Engkau titipkan kepadaku sesosok manusia di dalam rahimku
Yang dengan izinMU, aku merasakan ia menendang-nendang dari dalam…
rambutnya yang membuatku menangis terharu
Ku nikmati beratnya perut ini, sakitnya ketika ia bergerak ke sana kemari
ku nikmati segala perubahan yang terjadi
yang ternyata sangat menyenangkan

Semoga Engkau memberikan kesempurnaan nikmat menjadi seorang ibu hamil
dengan sebuah kelahiran yang lancar dan tanpa masalah
sehingga aku dan bayiku dalam keadaan sehat, selamat dan tak kekurangan apapun
dan Engkau berkahi kami dengan rezekiMU
dan Engkau lindungi suami hamba dalam tugas-tugasnya

Bimbinglah kami dalam membimbing buah hati kami Ya Allah
Jangan Engkau tinggalkan kami sedetik pun
karena tiada daya dan upaya, melainkan dengan kekuatanMU,
Ya Rahman, Yaa Rahim

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://utari.blogsome.com/2009/02/21/mimpi-yang-menegurku/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M