Ku Jalani dengan Bismillah
Hari ini adalah hari terakhir aku bekerja kantoran. Memang, ada sedikit rasa sedih. Tapi bila terbayang wajah suamiku yang selalu menginginkan aku ada di rumah, sungguh aku tak bisa lebih sedih dari itu.
Dari sebelum aku menikah, aku telah menyanggupi permintaan Aa untuk resign dari kantor sesegera mungkin. Butuh waktu yang cukup lama untuk meyakinkan diri bahwa diri ini yakin untuk meninggalkan kesibukan kantor dan berkonsentrasi penuh sebagai istri.
Belum lagi kekhawatiran ini dan itu, termasuk masalah kejenuhan dan finansial serta lainnya. Alasan tidak siap-lah untuk menjadi ibu rumah tangga, tidak siap ikutan arisan atau pun pengajian rutin ibu-ibu…dan berbagai macam alasan lainnya.
Tapi kemudian aku mengikhlaskan diri, memenuhi kesanggupan yang telah aku ucapkan, serta meyakinkan diri bahwa inilah yang terbaik yang diinginkan oleh suamiku tersayang. Pada awalnya pasti berat, seperti halnya berat mengambil keputusan untuk keluar dari pekerjaanku sekarang. Tapi Insya Allah, mudah-mudahan segalanya berjalan dengan baik.
Alhamdulillah, Aa tidak benar-benar meminta aku tidak bekerja sepenuhnya. Aa mengizinkan aku menggunakan waktu luangku untuk mengajar, serta siap mendukung segala rencana kursus yang aku inginkan…dan lagi sebuah janji telah ia tepati, membelikan sebuah motor untukku. Tidak adil rasanya apabila aku tidak mengindahkan keinginannya.
Dengan ini, ku ucapkan Bismillah sesaat sebelum aku menjalani profesiku sebagai ibu rumah tangga seutuhnya… Semoga pilihan ini menjadi barokah untuk keluargaku. Amiiiinnn…
Sayangku, aku menjadikan pilihan ini sebagai bagian dari hidupku karena aku mencintaimu dan ku jalankan dengan memohon petunjuk dari Allah swt


Maaf yach cinta 
