Hidup Ini Indah

May 9, 2008

Saat Harga-harga Melambung Tinggi…

Tulisan ini dibuat saat harga-harga melambung tinggi, kemudian seorang teman mengirimkan tabel perbandingan harga BBM ke dalam forum diskusi kami. Maaf kalau bahasanya rada preman. Ngetiknya spontan banget… Tapi mudah2an berguna bagi kita semua. Amin

 * * *

Sebenernya sih kita nggak boleh berandai2..tapi…berharap boleh khan? Gw pingin bgt someday, pemerintah kita bisa lebih down to earth… dan Indonesia mempunyai pemimpin yang benar-benar melindungi serta mensejahterakan rakyatnya.

gw miris bgt ngelihat harga2 yang semakin lama semakin membumbung tinggi. di benak gw cuma 1, Ya Allah, gimana nasib anak-anak kita nantinya. Gw takut, semakin tinggi harga kebutuhan pokok, maka semakin banyak anak-anak di bawah umur yang terpaksa bekerja, dan dipaksa bekerja. Apakah selama ini di lampu merah masih kurang banyak anak-anak usia sekolah terpanggang matahari?

Ya Rabb…
ampunilah kami ini.

Gw pernah liat ada ibu2 di tengah kota, sedang memulung sampah bersama dua orang anaknya (anaknya nggak di suruh ngangkat2 kok). Sbg seorang perempuan, gw gak tega melihat seorang perempuan harus mengangkat-angkat yang berat2. Ga kebayang pas dia lagi hamil begimana tuh ya kehidupannya???

Tapi kemudian gw terhenyak melihat dia membeli 3 porsi mi ayam, dia makan untuk bertiga. Dengan sabar ibu tersebut menyuapi anaknya yang paling kecil. Gw terhenyak, kdg gw klo mau jajan tuh suka mikir (krn harga makan di sini muahal bener) jd kadang2 gw suka bawa bekal, lebih hemat dan juga lebih bersih krn gw masak sendiri. Tp gw juga terhenyak, ternyata Allah Maha Adil dan mencukupkan rezeki ibu itu untuk keluarganya. Subhanallah..

Mengurus negara emang repot yah… Bnyk hal yang harus diurus. Makanya gw sih mikir2 juga kalau mau komentar jelek. Hanya saja gw menyayangkan, kadang2, ketika kita sudah bertindak sesuai prosedur, suka ada satu dua hal/orang yang "mencoba membelokkan" kita dari prosedur tersebut.

Gw klo lagi kuliah kan suka cerita2 sama mahasiswa2 gw, gw suka cerita ttg hal2 yang gw lihat di jalan. Gw cerita banyak sekolah bobrok, tapi gedung tinggi menjulang berdiri di sebelahnya. Gw miris akan nasib pendidikan di negara kita. Mungkin OOT dari materi kuliah, tp gw pengen mahasiswa gw punya "hati" dan semoga itu kebawa sewaktu mereka jadi pejabat nanti. (Amin).

Gw jg gak mau mahasiswa gw terlalu bersenang2 sehingga lupa kalau mereka tuh kuliah pake duit orang tua mereka. Klo gw perhatiin, banyak mahasiswa yang ke kampus tuh cuma mikir fashion dan gaul. Pulang kampus hangout kemana2, nyeselnya entar klo udah kerja - ngapain aja gw selama kuliah. Klo gaulnya bener sih it’s okay dokay…lah kalao keblangsak pegimane dong??? Lagian terlalu banyak bersenang-senang bisa menutup mata hati kita…

Anyway, sebagai penutup…gw cm mo mengucap, alhamdulillah karena Allah telah memberikan gw hidup yang indah ini. Semoga kita semua bersyukur akan keadaan kita sekarang. Karena kalau kita bersyukur akan keadaan kita, maka kita Insya Allah akan selalu menjadi orang yang berbahagia.

PS: pernah nggak, waktu sholat doain negara kita? Kalau belom pernah, coba deh sekali2…

Wassalamu’alaikum wr wb

Wirdonesia Merdeka!

Ya Allah Yang Maha Membolak-balikkan Hati, tetapkanlah hati ini kepada agamaMU.

April 10, 2008

Ternyata Beliau Mematahkan Kekhawatiran Kita

Assalamu’alaikum wr wb

 

Duluuuuuuuu…sempat Negeri ini tergonjang-ganjing mengenai masalah pimpinan KPK. Yah, biasalah…ada pro dan kontra mengenai calon pimpinan KPK. Bahkan setelah terpilih, Sang Pemimpin pun masih dalam taraf dikhawatirkan oleh banyak pihak.

Waktu pun berjalan, dan seiring berjalannya waktu..ternyata beliau mematahkan kehawatiran kita semua. Beliau perlahan mendobrak semua kecemasan.

Hari ini, saya pribadi ingin mengucapkan… "Selamat kepada Bapak Antasari Azhar. Semoga kinerjanya dapat lebih baik dan semoga apa yang Bapak lakukan membawa perubahan baik di Indonesia serta mendapat dukungan dari banyak pihak."

Semoga ini menjadi batu loncatan yang bagi kita semua… Amin

Wass.wr.wb

March 24, 2008

Tidak Mudah

Filed under: Cinta, Bicara!, pernikahan

Hari ini catatan saya berbau sedikit personal.. Hari ini hari pertama kami tinggal di rumah kami - berdua saja. Aku pikir aku akan dapat melaluinya dengan tepat waktu, yaahhh tingkat akurasinya 99% lah :D tapiiii, ternyataaaa… bokkkk, nyuci pake tangan tuh makan waktu yakk. Biasanya aku cuma nyuci bajuku sendiri, tp skrg cuci baju suami ++ jeansnya dia. Biasa sih nyuci pake tangan, tapi ngga sebanyak tadi pagi dan ga diuber2 waktu.

Untung suamiku suabaaaaaaaar bgt dan mau ngebantu banget. Makasih, ya suamiiiiiiiiii… 

Tidak mudah menjadi seorang istri, tidak mudah pula menjadi seoran suami. Tapi aku bersyukur, karena saat salah satu dari kita sedang dalam emosi, salah satu dari kita mampu bersabar.

February 28, 2008

Surat Untuk Dikau

Filed under: Cinta, Renungan, Bicara!, Curhat

Saya cinta mengajar. Saya sangat mencintai mahasiswa saya, murid-murid saya. Bagi saya mengajar adalah bagian dari hidup saya.

Jujur saja, saya bukan tipikal pendidik yang "terlalu hobi" bicara tentang materi pelajaran. Dan kebetulan, saat ini, seluruh murid saya berstatus sebagai mahasiswa - bukan lagi anak kecil yang perlu disuapi ini dan itu. Jadilah saya menyisipi jam mengajar saya dengan "falsafah kehidupan".

Tidak ada maksud dari diri saya, untuk menjadi penceramah - karena saya memang bukan ahli bicara. Saya hanya memberi sedikit pandangan saya tentang kehidupan saya. Mayoritas saya bicara tentang hubungan dengan sesama, dunia pendidikan dan kehidupan sosial. Tak jarang juga saya bercerita tentang dunia pekerjaan, dunia setelah masa "pendidikan formal" ditempuh.

Kemarin saya bercerita, tentang hampir rubuhnya sebuah gedung sekolah dasar negeri. Sementara di sekelilingnya berdiri rumah-rumah mewah dengan harga di atas ratusan juta bahkan satu milyar. Saya membayangkan, betapa mengerikan dan menyedihkannya sekolah dalam keadaan seperti itu. Cat yang mengelupas, atap genteng yang bocor, tiang yang miring… Bagaimana mungkin anak-anak bisa semangat sekolah…

Berkatalah saya kemudian, " Saya tidak ingin, saya mengajar saja. Saya juga ingin berbagi dengan kalian, hal-hal yang sederhana yang mungkin juga dapat menjadi masukan bagi kehidupan kalian."

Lalu saya katakan kepada mereka, "Nak…jika kalian tahu, berapa gaji seorang guru, maka kalian akan tahu, bahwa menjadi guru itu adalah sebuah pengabdian. Tapi sekali lagi, hidup itu adalah pilihan, begitu pula menjadi guru…adalah sebuah pilihan. Maka jika kalian suatu saat menjadi seorang yang mempunyai kekuatan dan kuasa atas sebuah keputusan, tolonglah, jangan sunat anggaran pendidikan kita. Saya tidak bisa membayangkan, betapa kadang saya merasa, pemimpin-pemimpin kita telah lupa, bahwa mereka pernah sekolah SD juga…tapi kenapa, banyak sekolah yang rusak, banyak guru yang tidak sejahtera."

Ingin sekali saya katakan kepada mereka, " Jangan korupsi ya, Nak… Karena korupsi membunuh bangsa. "

Murid-muridku sayang, saya tidak hanya ingin sekedar mengajar saja, tapi saya ingin menjadi motivator bagi kalian, agar kalian mampu menjadi orang yang pandai, cerdas namun juga memiliki hati…

Depok, 27 Februari 2008

February 26, 2008

Inkonsistensi Kebebasan

Filed under: Bicara!, Curhat, Islam

Kadang kala aku bingung, ya Rabb…
Mereka berkata, "It’s a free country"
tapi mereka memandang aneh saudari-saudari kami menutup aurat…

Kadang kala aku heran, ya Rabb…
Mereka menyatakan, "This is a free country"
tapi jenggot panjang saudara-saudara kami dikecam

Mereka bilang negara bebas
tapi bukan berarti dapat bebas menyatakan bahwa Islam adalah teroris…
Karena memang ISLAM bukan TERORIS

Lindungilah kami ya, Rabb… 

November 9, 2007

My Students are My Fans

Weits jangan berfikir aneh dulu dengan judul tulisan saya kali ini (terus jgn komplain juga kenapa judulnya pake bahasa Inggris tapi isinya bahasa Indonesia :P ).

Murid-muridku adalah penggemarku. Yap, saya menaruh mereka sebagai penggemar saya. Bukan dalam artian mereka nge-fans sampai teriak2, histeris atau sampe minta tandatangan T_T melainkan karena setiap saya mengajar, saya ada di depan kelas, menjadi episentrum(ceileee bahasanya) di kelas.

Saya adalah artis dan mereka adalah penggemar. Sebagai seorang artis, saya dituntut untuk memberikan persembahan, penampilan yang paling optimal yang bisa saya berikan. Saya harus bisa memberi yang terbaik bagi mereka. Kalau tidak, mereka akan menjauh(baca: tidak tertarik) dengan mata kuliah yang saya ajarkan.

Kadang kala, saya harus mengesampingkan persaan capek, lelah dan ngantuk saat mengajar. Entah keruwetan apapun, wajib saya tinggalkan di dalam tas yang saya bawa.

Kebetulan 1,5 tahun belakangan ini saya mengajar di Bekasi. Tahu dong, betapa lamanya jarak Depok-Bekasi? Apalagi saya juga kerja kantoran. Kadang kala, miris hati saya, sewaktu saya sampai di ruang kelas, tapi mahasiswa saya hanya 6 orang T_T padahal saya sudah jauh-jauh datang.

Tapi kemudian saya introspeksi diri,mungkin saya kurang bisa mengambil hati mereka, sehingga mereka malas datang. Atau mungkin saya kurang menguasai materi kuliah yang saya bawakan. Yah, introspeksi diri saja :) walaupun tetep, pengennya mereka "sedikit" menghargai saya yang sudah bersusah payah datang sepagi mungkin.

Ya, saya memang artis dan mereka adalah penggemar saya. Makanya saya harus tetap tersenyum dan melambaikan tangan saat bertemu dengan mereka.

Cheers!

Untuk para pendidik, jangan pernah berhenti belajar :)  

November 7, 2007

Jangan Jorok, jangan Fitnah!

Pernah nggak, nerima e-mail hasil forward dari teman…? Kalau pernah, berapa banyak yang mengirim forward mail tersebut ke kamu, tanpa "header" atau "footer" yang mengganggu.

Header dan footer yang aku maksud adalah kalimat "Orginal message" dan kawan-kawannya yang jelas-jelas menghabiskan bandwidth. Kemudian komentar-komentar orang-orang lain dan bahkan tulisan yang sama. Alhasil, kita perlu men-scroll down sampai lelah sebelum "akhirnya" membaca pesan aslinya.

Pernah aku kasih tahu ke teman yang "hobi" forward e-mail, tapi dia jawab "Yaaa gw kan cm forward doang". Pfff, culturenya sudah terbentuk seperti itu sihh.

Atau ada lagi nih, demeeeen banget forward hoax yang menjatuhkan nama perusahaan/org tertentu. Tapi kok nggak ngerasa bersalah yaaa? Kalau hoax buat lucu-lucuan sih fine aja, tapi kalau sudah mencemarkan nama baik orang/perusahaan tertentu ya salah dooong. Herannya lagi mereka nggak ngecek dan asal forward saja.

Nggak mikir apa, bahwa yang difitnah bisa rugi.

September 28, 2007

Kemenangan Milik para Kucing

Kucing-kucing matanya tambah sipit,
kiri dan kanan mereka intip,
di jalan yang kelam dan sempit
mencari siapa yang mengutip

Dada mereka bak terhimpit,
ketika tikus-tikus pandai berkelit

Kucing-kucing tak putus asa akan hal-hal yang sulit
dan kemenangan terasa di sekujur kulit,
ketika mengalahkan tikus-tikus berperut buncit

September 4, 2007

Menciptakan Kemiskinan

Filed under: Bicara!, Jalan-jalan

Akhir-akhir ini ketika saya melewati daerah Manggarai, tampak antrian warga yang membeli minyak tanah. Saya baru sadar antriannya semakin banyak, ketika warga mengeluarkan suara cukup ribut, hingga terdengar dari dalam KRL yang saya tumpangi.

Tadi pagi, saya berfikir, betapa kaya laut kita akan mikroorganisme yang cukup tuk diolah menjadi bahan bakar, dan perkebunan kita cukup produktif untuk dijadikan sumber biofuel. Tapi mengapa mereka tak tersentuh? Apa karena biaya yang mahal atau tidak adanya tenaga tuk mengolah semua itu? Entahlah. Yang saya mengerti, dengan "meniadakan" minyak tanah, saya merasa pemerintah telah "menciptakan kemiskinan".

Masyarakat kita belum siap untuk meninggalkan minyak tanah dan beralih ke kompor gas. Daya beli masyarakat masih rendah. Karena kita masih dijajah oleh korupsi.

 

August 20, 2007

Menghirup Udara Bersih Adalah Salah Satu Arti Kemerdekaan bagiku

Filed under: Bicara!, Curhat

Entah kenapa, rasanya…selama asap rokok masih mengepul bebas di udara…saya merasa bahwa kemerdekaan ini belumlah sempurna.

Merdeka artinya bebas, tapi kebebasan yang menghargai dan menghormati kebebasan/hak asasi orang lain. Menghirup udara yang bersih adalah hak asasi setiap makhluk hidup.

Merdeka!!!!! 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M