Jadi IRT itu…
Alhamdulillah..Akhirnya saya di rumah juga. Deg2an,menanti tasyakuran 4bln dan jg kelahiran si kecil.
Jadi IRT ternyata ga mudah,krn ngatur menu makan tnyata memusingkan bgt
Alhamdulillah..Akhirnya saya di rumah juga. Deg2an,menanti tasyakuran 4bln dan jg kelahiran si kecil.
Jadi IRT ternyata ga mudah,krn ngatur menu makan tnyata memusingkan bgt
Hari ini adalah hari terakhir aku bekerja kantoran. Memang, ada sedikit rasa sedih. Tapi bila terbayang wajah suamiku yang selalu menginginkan aku ada di rumah, sungguh aku tak bisa lebih sedih dari itu.
Dari sebelum aku menikah, aku telah menyanggupi permintaan Aa untuk resign dari kantor sesegera mungkin. Butuh waktu yang cukup lama untuk meyakinkan diri bahwa diri ini yakin untuk meninggalkan kesibukan kantor dan berkonsentrasi penuh sebagai istri.
Belum lagi kekhawatiran ini dan itu, termasuk masalah kejenuhan dan finansial serta lainnya. Alasan tidak siap-lah untuk menjadi ibu rumah tangga, tidak siap ikutan arisan atau pun pengajian rutin ibu-ibu…dan berbagai macam alasan lainnya.
Tapi kemudian aku mengikhlaskan diri, memenuhi kesanggupan yang telah aku ucapkan, serta meyakinkan diri bahwa inilah yang terbaik yang diinginkan oleh suamiku tersayang. Pada awalnya pasti berat, seperti halnya berat mengambil keputusan untuk keluar dari pekerjaanku sekarang. Tapi Insya Allah, mudah-mudahan segalanya berjalan dengan baik.
Alhamdulillah, Aa tidak benar-benar meminta aku tidak bekerja sepenuhnya. Aa mengizinkan aku menggunakan waktu luangku untuk mengajar, serta siap mendukung segala rencana kursus yang aku inginkan…dan lagi sebuah janji telah ia tepati, membelikan sebuah motor untukku. Tidak adil rasanya apabila aku tidak mengindahkan keinginannya.
Dengan ini, ku ucapkan Bismillah sesaat sebelum aku menjalani profesiku sebagai ibu rumah tangga seutuhnya… Semoga pilihan ini menjadi barokah untuk keluargaku. Amiiiinnn…
Sayangku, aku menjadikan pilihan ini sebagai bagian dari hidupku karena aku mencintaimu dan ku jalankan dengan memohon petunjuk dari Allah swt
Kisah ini dimulai dari suatu pagi ketika sedang menuju ke kantor. Saya bilang begini ke suami, "Yayang…mau nggak klo udah tua nanti, kita tinggal di desa? Kayanya enak bgt tinggal di desa, damai… "
Belom sempet suami menjawab, saya sudah ngomong lagi, " Tapi desanya kudu yg udah ada internetnya,yang…"
And he laught…
Alhamdulillah..Sabtu kemarin, aku sukses bikin SIM
Setelah sekian tahun bisa naik motor, akhirnya aku punya juga SIM
Cukup dengan membayar 75ribu (harga resmi untuk pembuatan sim baru) alhamdulillah SIM ku kantongi dengan ceria.
Waktu datang untuk mengantri SIM aku dan suami agak kecele sedikit, karena pas datang, para bapak/ibu polisi sedang apel pagi
jadi kami menunggu sekitar 15 menit sampai apel pagi selesai. Tapi aku beruntung sekali ^_^ antriannya tidak terlalu panjang.
Lanjut ke cerita ke dua. Selesai bikin SIM, aku dan suami pergi ke dealer motor. Hadiah motor matic dari suami karena bulan ini aku berencana resign dari kantor
Senangnya…
Kami menyusuri dealer demi dealer demi membeli motor. Sudah jadi rencana kami berdua, bahwa kami ingin membeli motor incaran kami yang berwarna putih. Aa membebaskan ku untuk memilih warna. Setelah mencari ke sana dan ke sini, akhirnya dapat juga yang berwarna putih.
Anehnya, di setiap dealer diberlakukan sistem wajib kredit. Pembeli tidak diperkenankan untuk membayar secara tunai. Aku dan suami ngga ngerti kenapa pembeli tidak boleh membayar tunai
mgkn sistem kapitalis telah merasuk atau memang tu tipe motor laku banget.. Ga tau deh
Well anyway, sore hari, motor yang aku inginkan sudah sampai di rumah. Kami namakan momochan
Lucu khan namanya… hihihi
Jadi inget kata-kata suamiku, motor unik yang punya cantik
hehehe
***Flash Back***
Rabu lalu, aku pikir aku haid hari pertama. Ketika ku tunggu hingga hari Sabtu, haidku ternyata tidak muncul2 juga. Langsung aku curiga. Dua kali test pack dan 1 kali ke dokter umum, semua menyatakan aku positif hamil
alhamdulillah…
Setelah rada panik ke dokter umum kemudian telepon istri Bang Ambar.. akhirnya aku dan suami segera periksa ke dokter kandungan, soalnya kmrn ternyata aku flek dan bukan haid. Dokter bilang, sudah 4 minggu aku mengandung. Beliau mengatakan aku tidak boleh terlalu capek…
Ya Allah, sungguh besar rizkimu.. Pertama SIM, kemudian motor, kemudian di saat2 aku mengundurkan diri, Allah memberiku hadiah tak terduga, janin di dalam kandungan. Doaku untuk calon anakku di dalam rahimku, semoga engkau menjadi anak yang sehat, kuat, cerdas dan soleh.. Amiiiinn.
Pagi hari di suatu Senin…ketika matahari belum menampakkan wajahnya yang berkilauan… Di suatu dapur di Pulau Jawa…
Istri : sibuk mengeluarkan bahan-bahan untuk memasak
sayur asam dan ikan kembung, juga tahu,
daun bawang,kulit lumpia, serta
bahan2 lain untuk membuat martabak tahu…
Suami : sibuk meneruskan tidur, sambil peluk2 guling
Istri : mengoreng ini itu, merajang ini itu, mengulek ini itu,
merebus ini itu…mencicipi ini itu *enak*
Suami : nampaknya kebrisikan… kemudian baru benar2 bangun
setelah tukang koran melempar koran
Istri : *berteriak* Ya ampuuun, belom masak nasi T_T
Suami : Need my hand?
Istri : Bisa tolong masak nasi nggak?
*tidak menyia2kan tawaran*
Suami : Ok, berapa banyak?
Istri : 2.5 Cup yaa… *sambil sibuk*
Suami : Full? *maksudnya satu cup diisi full atau tidak*
Istri : Ya, thanx *sambil nengok sebentar*
Setelah semua kelar…. Istri melihat ke dalam rice cooker.
Istri : Honey, ini berapa cup ?
Suami : 2 Cup
Istri : T_T
Peristiwa ini terjadi kalau si Aa di rumah pada weekdays :
Maaf yach cinta 

Okey…ini ceritanya mgkn konyol bgt. Beginih…hari ini hubby libur sedangkan aku tetap masuk kantor seperti biasa. Iseng nelepon si hubby berujung dengan sms-an.
Diriku : Pisang yg tadi pagi asem. Hati2 perutnya mama.
Hubby : Iya td jg aku coba asem, kmu beruntung aku ga doyan gxxx *sensor nama cemilan di rumah* eh tkg cuci fans kmu ga buka. *Tiap kali pulang ke rumah, kami selalu lewat tempat cucian motor. Nah tiap lewat tempat itu aku selalu nengok ke sana tanpa sadar. Mksdnya si hubby adalah tukang cucian motor itu tutup hari ini*
Diriku : Kamu masak nasi nggak kalau enggak, aku traktir makan malam…
Diriku : Kamu tau aja tukang cuci motor ngefans ama aku. Ga usah cembokur deh
Hubby : Kasihan bener fansnya cuma tkg cuci motor, dah bapak2 pula
Hubby : Aku udah sisain nasi buat makan malam HARUS CUKUP!! aku nanti mau beli sate… *kynya mksdnya harus cukup buat berdua, jgn makan bnyk2* T_T
Diriku : Biarin aja. Dr pada kamu! Nenek2 peot yg udh jompo bgt jg ogah ama kamu!! Ya udah klo KAGA MAU xIxxx! Bagus deh irit
Hubby :Berarti kmu lebih parah drpd nenek2 peot, buktinya mau aku kawinin
Diriku : Oia… *speechless*
Minggu kemarin adalah salah satu hari yang paling mengasyikan. Setelah sekian lama Aa dan saya berkutat dengan kesibukan dan berpisah sekian waktu, akhirnya Allah membuka jalan bagi kami.
Tepat di hari Sabtu, ketika itu saya menelpon Aa tuk menanyakan keadaannya. Kira-kira seperti ini dialognya
Aa : Kamu hari Minggu sore udah ada rencana keluar?
Saya : Ngga ada, emang ada apa?
Aa : Aku mau ngajak kamu honey moon
Saya : Nggak adaaaaaaaa..mau2 ayo2. Bener nggak apa2 nih A?
Aa : Gak apa2. Ini juga atas usul Ibu kok (baca: bosnya Aa)
So, hari Minggu kemarin - tentunya setelah ritual jalan pagi di komplek dan makan bubur ayam + sosis solo - kami berangkat menuju Atlet Century Park Hotel di kawasan Senayan.
Walaupun di tengah jalan kami dihadang kemacetan karena demo - entah demo apa - tapi kami tetap bersemangat. Hooo ya iyalah namanya juga honey moon
Satu hal lagi yang bikin saya senang adalah saya bisa ketemu dengan teman2 kerja Aa beserta keluarganya. Kami memang tidak hanya berdua, tetapi bersama 2 rekan kerja Aa dan keluarga.
Thank you Allah, alhamdulillah
Dan terima kasih untuk bos-nya Aa yang telah mengusulkan dan memfasilitasi ide ini
hihi and it’s all free of charge
Sayangnya, saya tidak membawa kamera saya. Padahal view dari kamar kami bagus bgt tertama night view -nya. Jadi yg saya foto cuma makanan yg enak2 aja
hihihi.
PS : es krim cokelat dengan sirup cokelat dan taburan kenari dari Century Park enak bgt. Ga ada yg mengalahkan enaknya deh
Hash Brown-nya jg enak
2 bulan lalu *kalau nggak salah*, aku rada2 kepingin banget punya rumput di halaman rumah. Sebenernya rumah udah cukup teduh karena pohon mangga di halaman itu rindang dan membuat pandangan jadi teduh. Tapi dasar aku aja yang kepingin lebih banyak hejo-hejo, jadinya beli deh rumput. Dengan harga Rp 300.000,- dapatlah rumput untuk satu halaman, pupuk dan jasa menanam.
Setelah sekian lama itu rumput akhirnya tumbuh menghijau dan pohon belimbing wuluh di pojok halaman juga mulai menumbuhkan pohon-pohon baru. Aku sih kerjanya cuma nyapa rumput setiap pulang/berangkat kantor *itu pun cuma sebluan aja, abis itu lupa deh* dan Aa yang nyiramin setiap hari.
Semalem si Aa bilang, kalau tukang kembang langganan nawarin bunga. Terus aku langsung kepingin dan minta beliin bunga. Tapi Aa ngga mo beli soalnya katanya aku nggak pernah ngurusin rumputnya T_T hehehe…jd tengsin.
Ketika aku memilih untuk bersanding denganmu…
maka ku tutup segala kelam di belakangku
ku simpan segala binar di masa lalu
dan aku hanya untuk Rabbku dan untukmu
keluargaku dan orang tuaku
surgaku ada padamu
dan pada Rabb ku Yang Maha Memiliki
Ketika aku memilih untuk menjadi bidadarimu di dunia
pada sebuah tempat teduh yang kita sebut rumah
pada sebuah surga kecil yang kita sebut kamar
pada sebuah buku harian yang kita sebut kemesraan
maka aku sandarkan hidupku di pundakmu
Ketika engkau memilihku
aku pun memilihmu
semoga Allah pun memilih kita
untuk menjadikan kita sepasang hambaNYA
yang berada di surgaNYA, kelak…
Amin…
Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M