Jangan Lelah untuk Selalu Belajar
Bismillah…
Alhamdulillah, hari ini adalah hari yang telah ku tunggu setelah berbulan-bulan lamanya. Semenjak tahun 2008, aku kembali ke bangku kuliah, mengejar sertifikasi. Syukur alhamdulillah, suamiku mengizinkan dan sangat mendukungku.
Pada awalnya, aku ragu-ragu mengikuti kuliah ini. Waktunya yang super padat ditambah lagi aku hamil membuatku tidak percaya diri bisa menyelesaikan kuliah. Akhirnya dengan modal bismillah + nekat, aku memberanikan diri mendaftar.
Hari pertama kuliah, aku minder banget
kebayang harus beradaptasi dan mulai membangun silaturrahim dengan kawan-kawan sekelas. Alhamdulillah aku segera menemukan teman yang asyik dan bisa bersinergi. (halah! :p)
Kehamilan yang semakin membesar pun membawa ‘rezeki’ tersendiri untukku. Dengan cepat, orang mengenaliku karena perutku yang semakin membuncit. Sekali aku tidak masuk, dikira aku sudah melahirkan dan cuti kuliah
Alhamdulillah, para dosen dan teman-teman juga maklum kalau aku ‘rajin’ nyemil di kelas. Mereka langsung paham, kalau ada bunyi bungkus plastik dibuka, itu pasti sumbernya dariku
Tugas-tugasnya yang seabreg adalah perjuangan untukku. Bergelut dengan motorku, aku keluar dari rumah untuk mencari bahan-bahan tugas. Kadang kala, aku kasihan dengan dd bayi di perut, dia harus ikut bundanya naik motor, dari rumah ke kampus, dari rumah ke warnet, dari rumah ke tempat fotokopian atau ke rental, atau bahkan mencari data ke tempat-tempat lain. Tapi si dd nampaknya senang, soalnya tiap aku kuliah, dia selalu aktif menendang perutku.
Mencari tempat duduk juga sangat berkesan. Aku dan teman-teman se-geng selalu duduk di baris ke dua dari depan. Model bangku kuliahnya adalah bangku yang langsung ada mejanya. Semakin perutku gendut, semakin susahlah aku duduk di bangku. Tiap pagi ketika datang, aku sibuk mencari bangku yang muat dengan perutku
Tapi semua itu terbayar dengan manis di hari ini. Lega rasanya aku sudah menjalankan ujian terakhir. Aku bersyukur, aku bisa melewati hari ini.
Doaku untuk anakku sayang yang masih ada di dalam perut, semoga engkau tidak lelah mencari ilmu kapan un dan di mana pun. Jangan pernah menyerah…
Sekarang, di usia kehamilan yang hampir 9 bulan, aku mau rehat dari hal-hal yang berat-berat. Aku ingin menikmati saat-saat rileks bersama anakku sayang, menanti hari perjumpaan kami.
I love you my baby…
Jadi tengsin….