Hidup Ini Indah

October 7, 2008

Akademi Keimanan

Filed under: Renungan, Islam

Tulisan ini terinspirasikan oleh tulisan suamiku yang ga sengaja ku baca di foldernya.. Aa menulis tentang beramal dan juga doan-doanya. Di suatu paragraf, Aa mengatakan tentang Ramadhan. Aa menulis dua kata yang ku garis bawahi - yakni AKADEMI RAMADHAN.

Setelah membaca tulisannya, pikiranku jadi terbuka. Sahabat, Ramadhan adalah benar sebuah akademi, sebuah tempat pembelajaran yang singkat dan padat, di mana kita diuji dengan banyak hal, bukan saja ujian bagi fisik kita tapi juga bagi ruhiyah kita.

Mungkin sahabat masih ingat, bagaimana rasanya waktu pertama kali duduk di bangku kuliah. Exicted, H2C dan segala perasaan berkecamuk. Kemudian di tengah kuliah, kita dihadapkan pada UTS dan UAS belum lagi segala quiz dadakan dan juga sidang kelulusan. Sama dengan Ramadhan.

Semua keriangan dan kecemasan itu berawal sebelum Ramadhan tiba. Kemudian berlanjut dengan tantangan yang besar di bulan Ramadhan itu sendiri. Namun, apabila Ramadhan telah usai, apakah itu berarti kita telah lulus ujian? Tidak begitu menurut ku.

Sahabat, hidup adalah proses pembelajaran. Dan kita akan selalu dituntut untuk belajar, hingga ajal menjemput. Ramadhan adalah bulan proses perbaikan diri. Ketika Ramadhan usai, kita dihadapkan pada tantangan yang lebih besar lagi, yakni menjaga konsistensi ibadah kita sama seperti kita beribadah di bulan seribu bulan itu. Kemudian jika Allah mempertemukan

kita kembali kepada bulan penuh ampunan itu, maka satu anak tangga untuk dinaiki terpampang di depan kita. Saat kita dipertemukan dengan Ramadhan berikutnya lagi, maka semakin tinggi kelas yang kita naiki, seharusnya semakin banyak ilmu yang kita miliki dan semakin rendah hati kita dalam menjalankan hidup ini.

Sahabat, marilah kita berdoa, agar Ramadhan tahun ini, dapat menjadikan hidup kita lebih baik dan ibadah kita semakin berkualitas. Semoga apa yang kita kerjakan di bulan Ramadhan ini, menjadi satu pondasi kuat bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Astaghfirullah…Astaghfirullah…Astaghfirullah…
Mohon maaf atas kekhilafan dan kesalahan ku, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

October 6, 2008

Pertanyaan di Alam Nanti

Kemarin, tiba-tiba aku jadi inget tentang pertanyaan-pertanyaan di dalam kubur, ketika kita meninggal nanti… Pertanyaan pertama, tentang Tuhan - kita akan ditanya, siapakah Tuhan kita. Pertanyaan berikutnya, tentang Nabi - kita akan ditanya, siapakah Nabi kita.

Kemudian, setelah kita mati dan mendapatkan kedua pertanyaan tersebut, dihisablah kita oleh Sang Khalik. Sebuah pertanyaan muncul, bagaimanakah sholat kita.

Di akhir tulisan ini, marilah kita menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut…

June 25, 2008

Berduka Cita

Filed under: Renungan, Curhat

Turut berduka cita atas aksi demo yang dilakukan para mahasiswa kemarin di depan kampus Atmajaya. Saya menyayangkan apa yang terjadi dan menghimbau agar aksi demo dilakukan dengan "intelek". Mohon Anda yang berdemo memikirkan keselamatan orang lain yang tidak bersalah.

BBM mungkin memang harus naik…kehidupan mungkin menjadi lebih sulit. Tapi kami mengharapkan Anda, para mahasiswa yang budiman, untuk belajar dengan giat sehingga mampu membawa Indonesia keluar dari kesusahan. 

Bismillahirrahmanirrahim..
Ya Allah,
ampunilah dosa2 kami dan para pemimpin kami
selamatkanlah bangsa ini dari keterpurukan
jernihkanlah pikiran kami
agar kami dapat melakukan yang terbaik
untuk negara ini

June 9, 2008

Bersujud

Filed under: Renungan, sastranesia

Illahi Rabbi…
di atas cinta kepada dunia
aku temukan kehilangan
semata karena itu tak kekal sepertiMU

Illahi Rabbi..
biarkan aku mengisi kekosongan itu
di antara heningnya malam
di antara semesta yang tengah berdzikir kepadaMU

mungkin ku sudah lupa seperti apa rasanya
dicambuk semangat mengejar ketenangan batin

satu-dua aku lakukan rutinitasku
seperti dahulu ketika kita masih berdua saja
namun satu-dua pula aku tinggalkan

rasanya aku telah mengorbankan cinta yang agung ini

izinkan aku bertahajjud kepadaMU ya Rabbi… 

May 30, 2008

Mereka yang Papa

Kaki lemahnya sedikit gemetar menapaki jalan
tapi ia tak gemetar sedikit pun menapaki kehidupannya
Tubuh tuanya telah bungkuk memikul satu set radio
tapi ia tak merasa berat sedikit pun memikul beban hidupnya
Mungkin dia telah merasa ikhlas menerima semuanya

kadang aku ingin tahu
ke mana dia pulang ketika hari gelap nanti…

Ya Rabb,
lindungilah mereka yang papa…

May 23, 2008

hitam

Filed under: Renungan, sastranesia

kau tahu…
kata orang hitam itu kelam
hitam itu abu-abu yang dilukiskan dengan dalam goresan yang kuat

definisi yang datang dari penginderaan manusia semata
seperti abstraknya gambaran gemuruh di dalam hati
kata sesal bak arang habis besi binasa

kucari yang bisa menenangkan hati
dia yang bibirnya bukan diretak panas
tapi hanya ayat-ayatNYA yang mampu begitu

May 19, 2008

Kembali Ke Tempat Saya Dibesarkan

Filed under: Renungan, Curhat

Saya akan merindukan hari ini… Sebentar lagi saya akan berkutat dengan kesibukan baru saya. Insya Allah, semoga hal ini menjadi keputusan yang terbaik yang Allah ridhoi untuk saya dan suami.

Sejujurnya saya takut, panik, cemas dan sederet perasaan resah gelisah lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu. Tapi saya yakin - Insya Allah - Allah bersama kami. Amin.

Pernah denger post power syndrome? Well, kalau belum pernah, konon sindrom ini melanda orang-orang yang terbiasa bekerja dan super sibuk atau melanda orang-orang yang punya jabatan, tapi kemudian tidak lagi super sibuk atau tidak lagi punya jabatan.

Aa, saya merasa ditantang dengan keadaan ini. Keadaan di mana saya tidak lagi (akan) memiliki kesibukan seperti ini. Saya akan meninggalkan dunia maya ini, meninggalkan milis *hikz*, dan saya akan kembali ke tempat saya besar dulu, hanya kali ini saya kembali tanpa apa-apa. Saya sudah bukan siapa-siapa di sana, kecuali seorang kakak :-)

Ya, cuma itu yang saya punya saat ini - sebuah jabatan tanpa status apapun - kakak. Semoga saya menjadi kakak yang baik untuk adik-adik saya. Doakan ya, A…

 

May 9, 2008

Saat Harga-harga Melambung Tinggi…

Tulisan ini dibuat saat harga-harga melambung tinggi, kemudian seorang teman mengirimkan tabel perbandingan harga BBM ke dalam forum diskusi kami. Maaf kalau bahasanya rada preman. Ngetiknya spontan banget… Tapi mudah2an berguna bagi kita semua. Amin

 * * *

Sebenernya sih kita nggak boleh berandai2..tapi…berharap boleh khan? Gw pingin bgt someday, pemerintah kita bisa lebih down to earth… dan Indonesia mempunyai pemimpin yang benar-benar melindungi serta mensejahterakan rakyatnya.

gw miris bgt ngelihat harga2 yang semakin lama semakin membumbung tinggi. di benak gw cuma 1, Ya Allah, gimana nasib anak-anak kita nantinya. Gw takut, semakin tinggi harga kebutuhan pokok, maka semakin banyak anak-anak di bawah umur yang terpaksa bekerja, dan dipaksa bekerja. Apakah selama ini di lampu merah masih kurang banyak anak-anak usia sekolah terpanggang matahari?

Ya Rabb…
ampunilah kami ini.

Gw pernah liat ada ibu2 di tengah kota, sedang memulung sampah bersama dua orang anaknya (anaknya nggak di suruh ngangkat2 kok). Sbg seorang perempuan, gw gak tega melihat seorang perempuan harus mengangkat-angkat yang berat2. Ga kebayang pas dia lagi hamil begimana tuh ya kehidupannya???

Tapi kemudian gw terhenyak melihat dia membeli 3 porsi mi ayam, dia makan untuk bertiga. Dengan sabar ibu tersebut menyuapi anaknya yang paling kecil. Gw terhenyak, kdg gw klo mau jajan tuh suka mikir (krn harga makan di sini muahal bener) jd kadang2 gw suka bawa bekal, lebih hemat dan juga lebih bersih krn gw masak sendiri. Tp gw juga terhenyak, ternyata Allah Maha Adil dan mencukupkan rezeki ibu itu untuk keluarganya. Subhanallah..

Mengurus negara emang repot yah… Bnyk hal yang harus diurus. Makanya gw sih mikir2 juga kalau mau komentar jelek. Hanya saja gw menyayangkan, kadang2, ketika kita sudah bertindak sesuai prosedur, suka ada satu dua hal/orang yang "mencoba membelokkan" kita dari prosedur tersebut.

Gw klo lagi kuliah kan suka cerita2 sama mahasiswa2 gw, gw suka cerita ttg hal2 yang gw lihat di jalan. Gw cerita banyak sekolah bobrok, tapi gedung tinggi menjulang berdiri di sebelahnya. Gw miris akan nasib pendidikan di negara kita. Mungkin OOT dari materi kuliah, tp gw pengen mahasiswa gw punya "hati" dan semoga itu kebawa sewaktu mereka jadi pejabat nanti. (Amin).

Gw jg gak mau mahasiswa gw terlalu bersenang2 sehingga lupa kalau mereka tuh kuliah pake duit orang tua mereka. Klo gw perhatiin, banyak mahasiswa yang ke kampus tuh cuma mikir fashion dan gaul. Pulang kampus hangout kemana2, nyeselnya entar klo udah kerja - ngapain aja gw selama kuliah. Klo gaulnya bener sih it’s okay dokay…lah kalao keblangsak pegimane dong??? Lagian terlalu banyak bersenang-senang bisa menutup mata hati kita…

Anyway, sebagai penutup…gw cm mo mengucap, alhamdulillah karena Allah telah memberikan gw hidup yang indah ini. Semoga kita semua bersyukur akan keadaan kita sekarang. Karena kalau kita bersyukur akan keadaan kita, maka kita Insya Allah akan selalu menjadi orang yang berbahagia.

PS: pernah nggak, waktu sholat doain negara kita? Kalau belom pernah, coba deh sekali2…

Wassalamu’alaikum wr wb

Wirdonesia Merdeka!

Ya Allah Yang Maha Membolak-balikkan Hati, tetapkanlah hati ini kepada agamaMU.

May 2, 2008

Rekan, Tidak Ada Asap Tanpa Api

Dari kemarin saya mau nulis sesuatu tentang perempuan… tapi beneran deh bingung gimana mulainya. Bukan apa-apa sich, saya takut menyinggung hati orang lain ataupun menjurus ke gibah. Tapi kok kayanya lama-lama engga tahan juga yah.

Saya sendiri seorang perempuan. Tapi saya heran dengan rekan-rekan perempuan lainnya..kenapa sih suka rada-rada menunjukkan "badan". Okaylah katakan bajunya ketat dan lagi mode..tapi kan nggak usah pake kelihatan perut segala atau jeroannya. Mbok ya disimpen aja sendiri gitu loh, buat ngaca di kamar mandi.

Ada lagi temen, udah dibilang kelihatan, malah dia cuek dan menggoyang2kan badannya! Ampun deh saya sebal banget melihat kelakuannya… Maaf, bukan saya mengomentari lho (walaupun kenyataannya mungkin saya mengomentari).

Laki-laki memang senang dengan perempuan yang "indah" macem kaya di atas. Tapi itu cuma diluar saja. Begitu siap menikah mereka akan mencari seorang perempuan yang akhlaknya indah. Mereka memikirkan anak-anak mereka, mereka ingin seorang ibu untuk anak-anak mereka. Bukankah ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya?

Maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati…  Saya cuma prihatin dan nggak mau rekan-rekan perempuan mengalami perlakukan yang kurang pantas dari kaum pria karena pakaiannya dan perilakunya. Insya Allah jika kita menjaga diri kita dengan baik, maka tangan-tangan usil Insya Allah tidak akan berani menyentuh kita. Tidak ada asap tanpa api…

April 24, 2008

Ibu adalah madrasah

Filed under: Renungan, Curhat, Aa, pernikahan

assalamu’alaikum wr wb

maaf ibu baru nongol sekarang.. duh rame yach… kemarin ibu sakit, jadi memutuskan bekerja saja di rumah. enak juga seh… dah bbrp kali ibu merasakan jadi ibu rumah tangga yang sebenarnya. Mengurus rumah dan suami. Dan alhasil ketika suami pulang, ibu sudah rapi; wangi dan cuantik dan sudah selesai memasak untuk suami tercinta.

seru juga ternyata dan engga stress kena  macet or polusi, bisa tidur siang…makan makanan yang sehat dan pagi ini ibu sempet lho masak pagi2 untuk makan malam nanti.

Ibu jadi mikir, seandainya di Indonesia hukum Islam benar2 ditegakkan, betapa beruntungnya kami para wanita. Kami cukup tinggal di rumah, keluar sesekali untuk kursus, belanja or arisan (bahagianya), digaji oleh pemerintah setiap bulan dengan status ibu rumah tangga, sementara pengeluaran rumah tangga tetap dari suami. Jadi uang gaji istri hanya untuk diri sendiri….

Ah, ibu jadi berandai-andai nich.. Padahal, kata guru mengaji, kita tidak boleh berandai-andai. Mungkin karena berandai-andai itu bisa membuat orang terlena dan kurang mensyukuri kali yach… Hehe, kalau begitu, Ibu mau berdoa saja deh.. Ya Allah, semoga Engkau berkenan melimpahkan rahmatMU kepada negara Indonesia. Jangan lagi Engkau turunkan bencana alam seperti tsunami. Sungguh hamba merasa takut kepadaMU. Semoga pemimpin-pemimpin kami yang masih korupsi terbuka mata hatinya dan Insyaf. Semoga negara ini menjadi negara yang makmur dan adil. Ampunilah bangsa ini Ya Rabb.. Amiiin

Kembali lagi ke topik yach (*walaupun OOT dari subjeknya*)… Ibu jadi mikir, tinggal di rumah sangat menyenangkan juga ya.. Dekat dengan suami, dekat dengan tempat tidur dan kulkas. Hehe… Ibu bersyukur memiliki semua yang ibu miliki sekarang.

Jadi inget, waktu itu Ibu pernah baca sebuah buku yang judulnya " Menjadi Ibu Dambaan Ummat". Sungguh, ibu ingin menjadi ibu yang seperti itu. Jika Allah mengizinkan meniupkan ruh seorang anak ke dalam rahim ibu, maka betapa bahagianya ibu.. Ibu menginginkan anak-anak ibu menjadi anak yang beriman dan bertakwa, serta menjadi anak-anak yang sehat dan cerdas. Ibu ingin menjadi madrasah pertama dan utama  bagi anak-anak ibu. Ibu akan berusaha nak, selalu berada di rumah untuk anak-anak ibu dan Abi… Semoga ibu segera menemukan pekerjaan bagus yang tidak terlalu menyita waktu. Amiinn…

Mohon maaf bagi yang kurang berkenan.. Mudah2an sharing ini bermanfaat untuk kita semua.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M